Perempuan Iran berjalan di dekat sebuah baliho besar anti-Amerika Serikat yang terpasang di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, 31 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Rencana perundingan nuklir AS-Iran kembali ke jalurnya setelah sempat terancam gagal karena Iran meminta perpindahan lokasi. Berjalannya kembali perundingan itu disebut setelah beberapa pemimpin Timur Tengah melobi pemerintahan Trump pada Rabu sore agar tidak menindaklanjuti ancaman untuk menyerang Iran.
Hal ini dibocorkan dua pejabat AS kepada media AS Axios. Pembicaraan tersebut akan diadakan di Oman, seperti yang ditegaskan Iran, meskipun AS pada awalnya menolak perubahan rencana awal untuk bertemu di Istanbul.
Kebuntuan ini telah memicu kekhawatiran di Timur Tengah bahwa Presiden Trump akan beralih ke tindakan militer. Namun, setidaknya sembilan negara di kawasan ini telah menghubungi Gedung Putih dan mendesak AS untuk tidak membatalkan pertemuan tersebut.
"Mereka meminta kami untuk tetap mengadakan pertemuan dan mendengarkan apa yang dikatakan Iran. Kami telah mengatakan kepada negara-negara Arab bahwa kami akan melakukan pertemuan jika mereka bersikeras. Namun kami sangat skeptis," kata seorang pejabat AS.
Pejabat AS lainnya mengatakan pemerintahan Trump setuju untuk mengadakan pertemuan tersebut “untuk menghormati” sekutu AS di kawasan dan “untuk terus melanjutkan jalur diplomatik.”
Sebelumnya, AS dan Iran telah sepakat untuk bertemu pada hari Jumat di Istanbul, dengan negara-negara Timur Tengah lainnya berpartisipasi sebagai pengamat. Namun Iran mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka ingin memindahkan pembicaraan ke Oman dan mengadakannya dalam format bilateral, untuk memastikan bahwa mereka hanya fokus pada masalah nuklir dan bukan masalah lain seperti rudal yang menjadi prioritas AS dan negara-negara di kawasan.
Para pejabat Amerika pada mulanya terbuka terhadap permintaan perubahan lokasi, kemudian menolaknya, sebelum berbalik arah lagi setelah Axios melaporkan bahwa pertemuan tersebut dibatalkan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkonfirmasi di X bahwa pembicaraan dijadwalkan akan diadakan di Muscat sekitar pukul 10 pagi hari Jumat. "Saya berterima kasih kepada saudara-saudara kita di Oman karena telah membuat semua pengaturan yang diperlukan," tulisnya.

2 hours ago
3















































