Soft Skills Lemah, Sarjana Sulit Terserap Industri

2 hours ago 2

Oleh: Dr Anang Martoyo, Kepala Career Center Cyber University

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lulus kuliah harusnya jadi momen bahagia. Toga dipakai, foto wisuda di-upload, caption penuh harapan. Tapi setelah euforia hilang, banyak sarjana justru masuk fase paling krusial: cari kerja. CV dikirim ke mana-mana, panggilan interview datang satu-dua, tapi ujungnya sering zonk. Bukan karena kurang pintar, tapi karena soft skills masih lemah.

Faktanya, industri hari ini nggak cuma cari orang yang jago teori. Mereka cari orang yang bisa kerja bareng tim, komunikasi enak, nggak baperan, dan siap belajar hal baru. Sayangnya, banyak sarjana masih fokus ke nilai dan gelar, tapi lupa ngasah sikap dan karakter.

IPK boleh 3 koma sekian, tapi kalau telat datang interview, jawab pertanyaan muter-muter, atau kelihatan males, ya susah lolos. Masalahnya bukan karena anak muda nggak mampu, tapi sering nggak sadar pentingnya soft skills.

Banyak yang jago ngomel di media sosial, tapi bingung pas harus ngomong profesional. Ada juga yang pengen kerja enak, gaji gede, tapi nggak siap ditegur atau dikasih target. Padahal dunia kerja itu keras, bro. Tekanan tinggi, deadline mepet, dan ekspektasi nggak main-main.

Industri sebenarnya nggak nuntut karyawan sempurna. Mereka cuma butuh orang yang mau berkembang. Orang yang sopan, mau dengerin, bisa kerja tim, dan tahan banting. Skill teknis bisa diajarin pelan-pelan, tapi kalau sikapnya udah negatif dari awal, perusahaan bakal mikir dua kali buat nerima.

Bukan cuma buat kerja kantoran, soft skills juga krusial buat yang pengen jadi entrepreneur. Bisnis nggak cukup cuma modal ide dan produk keren. Kalau nggak bisa melayani pelanggan, nggak jujur, gampang nyerah, atau antikritik, bisnis bakal jalan di tempat. Konsumen sekarang peka, mereka beli bukan cuma barang, tapi juga attitude.

Kabar baiknya, soft skills itu bisa dilatih. Mulai dari hal simpel: belajar tepat waktu, ngomong sopan, berani ambil tanggung jawab, dan nggak gengsi buat belajar dari nol. Ikut organisasi, kerja tim, magang, atau kegiatan sosial bisa jadi tempat latihan paling nyata.

Intinya, jadi sarjana di era sekarang nggak cukup cuma pintar. Dunia industri butuh pribadi yang punya karakter, etika, dan mental kuat. Kalau soft skills masih lemah, jangan kaget kalau ijazah cuma jadi pajangan. Tapi kalau mau berubah dan berkembang, peluang itu selalu ada.

Lulusan Cyber University, punya semuanya karena Company Learning Program (CLP) 3+1. Mahasiswa kuliah selama 3 tahun di kelas dan satu tahun magang di industri. Selain IPK tinggi, tapi hasilnya juga sesuai.

Soft Skill, portofolio dan relasi sudah terjamin. Makanya lulusannya mudah dapat kerja, bahkan langsung terserap industri.

Read Entire Article
Politics | | | |