REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dikenal sebagai kampus yang fokus menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja modern yang dinamis. Salah satu program studi yang kian relevan dengan kebutuhan zaman adalah S1 Hukum Bisnis.
Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan anak muda yang ingin membangun karier di dunia usaha tanpa harus khawatir terjebak masalah hukum yang merugikan di kemudian hari.
Di era bisnis digital seperti sekarang, banyak usaha baru bermunculan setiap harinya. Mulai dari bisnis online, startup, brand fashion lokal, hingga jasa kreatif, semuanya berkembang sangat cepat.
Namun di balik peluang besar itu, ada tantangan yang sering diabaikan pelaku usaha pemula, yaitu aspek legalitas. Padahal, persoalan hukum bisa muncul kapan saja, baik dalam bentuk sengketa kerja sama, pelanggaran kontrak, hingga perizinan usaha.
Kesalahan yang terlihat sepele, seperti membuat perjanjian tanpa dasar hukum kuat atau menggunakan merek tanpa mendaftarkannya, dapat berdampak serius pada kelangsungan bisnis.
Karena itulah, memahami hukum bisnis sejak kuliah menjadi langkah cerdas bagi generasi muda yang ingin usahanya tumbuh aman dan berkelanjutan.
Belajar Hukum yang Langsung Terpakai di Dunia Bisnis
Program Studi Hukum Bisnis (S1) UBSI dirancang agar mahasiswa tak hanya memahami hukum secara teori, juga mampu mengaplikasikannya dalam dunia usaha nyata.
Materi yang dipelajari mencakup hukum perjanjian, hukum perusahaan, hukum perlindungan konsumen, hukum ketenagakerjaan, hingga hukum bisnis berbasis digital. Semua dirancang agar selaras dengan perkembangan dunia usaha modern.
Metode pembelajarannya pun interaktif dan aplikatif. Mahasiswa diajak menganalisis studi kasus yang sering terjadi di dunia bisnis, melakukan simulasi penyusunan kontrak, serta mempelajari bagaimana aturan hukum diterapkan dalam transaksi bisnis sehari-hari.
Dengan pendekatan ini, mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan memahami risiko hukum sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja atau membuka usaha sendiri.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Mahasiswa belajar memahami regulasi bisnis digital, transaksi elektronik, serta perlindungan data, yang kini menjadi isu krusial dalam dunia usaha.
Hal ini membuat lulusan tidak hanya paham hukum konvensional, tetapi juga siap menghadapi tantangan bisnis di era transformasi digital.
Bekal Karier dan Usaha yang Lebih Aman
Pemahaman hukum bisnis bukan hanya berguna bagi mereka yang ingin menjadi ahli hukum, tetapi juga sangat penting bagi calon wirausahawan.
Saat membangun usaha, banyak keputusan strategis yang memiliki konsekuensi hukum, seperti membuat perjanjian kerja sama, menyusun kontrak dengan vendor, mengatur sistem kerja karyawan, hingga melindungi hak atas merek dan produk.
Dengan dasar hukum yang kuat, pelaku usaha dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri dan minim risiko.
Lulusan Hukum Bisnis juga memiliki peluang karier sangat luas. Mereka bisa bekerja sebagai legal officer di perusahaan, staf kepatuhan (compliance), konsultan hukum bisnis, atau bergabung dengan lembaga yang berkaitan dengan regulasi dan pengawasan usaha.
Tidak sedikit pula lulusan yang memanfaatkan ilmunya untuk membangun bisnis sendiri dengan sistem yang tertata dan aman secara hukum. Kombinasi antara wawasan hukum dan pemahaman dunia usaha menjadikan lulusan Hukum Bisnis memiliki nilai tambah di mata industri.
Mereka mampu melihat bisnis tidak hanya dari sisi keuntungan, tetapi juga dari sisi perlindungan hukum dan keberlanjutan usaha. Inilah yang membuat mereka lebih siap menghadapi persaingan kerja maupun tantangan sebagai entrepreneur.
Di tengah dunia usaha yang semakin kompetitif dan regulasi yang terus berkembang, memahami hukum bisnis menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda.
Kuliah di UBSI yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif, menjadi langkah strategis untuk membangun masa depan yang lebih terarah, profesional, dan aman secara hukum. Kuliah…? BSI Aja!!

1 hour ago
4















































