Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional pada kuartal I 2026 dengan nilai belanja mencapai sekitar Rp 80 triliun. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional pada kuartal I 2026 dengan nilai belanja mencapai sekitar Rp 80 triliun. Pemerintah berharap realisasi belanja tersebut dapat memberikan dorongan awal bagi aktivitas ekonomi tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelaksanaan MBG akan berjalan optimal mulai awal 2026, sehingga dampaknya dapat langsung terasa pada kuartal pertama. “MBG akan optimal mulai tahun ini. Dan kuartal I itu kira-kira spending-nya sekitar Rp 80 triliun. Harapannya, ini bisa menjadi pendorong perekonomian di kuartal pertama,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, dampak program MBG tidak hanya tercermin pada konsumsi pemerintah, tetapi juga menggerakkan rantai pasok pangan nasional. Program ini mendorong peningkatan permintaan berbagai komoditas kebutuhan pokok.
“MBG tentu mendorong supply chain dari program itu sendiri. Kebutuhannya mulai dari daging, telur, dan komoditas pangan lainnya,” kata Airlangga.
Menurut dia, penguatan rantai pasok tersebut berpotensi memberikan efek berganda (multiplier effect) ke sektor-sektor pendukung, terutama pertanian dan industri pengolahan pangan. Dengan skala belanja yang besar sejak awal tahun, MBG diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi setelah berakhirnya momentum konsumsi akhir tahun.
Airlangga menambahkan, kebijakan MBG merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan implementasi program ini berjalan optimal sejak awal 2026 agar dampaknya langsung tercermin pada kinerja ekonomi kuartal I.
Selain MBG, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan lain untuk menopang aktivitas ekonomi, termasuk stimulus konsumsi dan penguatan mobilitas masyarakat. Namun, Airlangga menegaskan MBG memiliki peran strategis karena langsung menyentuh permintaan riil dan rantai pasok domestik.
“Dengan belanja yang besar di awal tahun, MBG diharapkan tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menjadi motor awal penggerak ekonomi nasional pada 2026,” ujarnya.

2 hours ago
4














































