Presiden Donald Trump, kiri, berjabat tangan dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, di Gedung Putih di Washington, Senin, 10 November 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Langkah pemerintahan Suriah di bawah Ahmed al-Sharaa untuk melakukan konsolidasi dengan dunia internasional usai jatuhnya Bashar al-Assad dijalankan tidak hanya politik, tapi juga ekonomi.
Jika di bawah Assad, Suriah menjadi musuh bebuyutan AS, kini mereka ikut merangkul Paman Sam. Salah satu bentuk komitmen 'pertemanan' itu yakni dengan menggandeng perusahaan minyak raksasa Amerika, Chevron dalam pengelolaan Migas.
Chevron pada Rabu menandatangani perjanjian awal dengan perusahaan minyak milik negara Suriah. Chevron akan masuk untuk mengeksplorasi pengembangan ladang minyak dan gas lepas pantai pertama di negara itu.
Dilansir New York Times, kesepakatan ini juga merupakan bagian dari upaya Presiden Ahmed al-Sharaa dari Suriah untuk menghidupkan kembali sektor energi negara itu, yang hancur selama perang saudara hampir 14 tahun.
Perjanjian ini terjadi beberapa minggu setelah Pemerintah Suriah merebut kendali atas ladang minyak dan gas darat utama dari milisi Kurdi.
Menurut laporan Times mengutip informasi media pemerintah, Chevron, Perusahaan Minyak Suriah, dan perusahaan Qatar, Power International Holding, menandatangani nota kesepahaman di istana presiden di ibu kota Suriah, Damaskus. Utusan khusus AS untuk Suriah, Thomas J. Barrack Jr, juga hadir.
"Kesepakatan ini adalah "perjanjian terpenting di sektor energi Suriah," kata Youssef Qiblawi, direktur Perusahaan Minyak Suriah, menurut media lokal.
Menurut laporan Badan Informasi Energi AS (EIA), Suriah diketahui pernah menjadi produsen minyak dan gas alam terkemuka di kawasan Mediterania.
Sebelum pecahnya perang saudara pada tahun 2011, Suriah menghasilkan cukup minyak untuk memenuhi kebutuhan energinya sendiri dan menghasilkan sekitar 25 persen pendapatan negara, menurut EIA.
Sektor energi negara itu hancur akibat perang dan pemberlakuan sanksi global. Pada tahun 2015, kelompok ISIS telah menguasai sebagian besar ladang minyak dan gas negara itu.

2 hours ago
3















































