Polres Pasaman Barat beri penyuluhan cegah kekerasan perempuan-anak.
REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG EMPAT, – Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat, bersama pemerintah daerah setempat, memberikan penyuluhan edukatif dan sosialisasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak di sekolah-sekolah menanggapi tingginya kasus di daerah tersebut.
"Penyuluhan terus kita tingkatkan. Hari ini kita melakukan penyuluhan bagi siswa dan guru di SDN 09 Pasaman, Kecamatan Pasaman," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat Iptu Habib Fuad Alhafsi didampingi Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Ipda Admi Pandowita di Simpang Empat, Rabu.
Penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang kekerasan terhadap anak, termasuk area privasi tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh, serta cara mengantisipasi bujuk rayu dari pihak lain.
Edukasi dan sosialisasi dianggap penting untuk meningkatkan pengetahuan anak dan perempuan, serta melibatkan guru dan orang tua dalam memberikan pemahaman sejak dini. "Jika ada hal yang mencurigakan, segera lapor ke Polres Pasaman Barat untuk ditindaklanjuti," tambahnya.
Peningkatan penyuluhan ini dilakukan setelah pihak kepolisian menerima 13 laporan kasus kekerasan selama Januari, yang terdiri atas tujuh kasus kekerasan seksual dan enam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Pasaman Barat Helfi Yerita juga mengakui tingginya kasus kekerasan di daerah tersebut. "Di UPTD PPA Pasaman Barat pada 2026 ini, kita menangani 10 kasus dengan 16 korban, terdiri dari tiga perempuan kasus KDRT dan 13 anak," ujarnya.
Pihaknya telah bekerja sama dengan Unit PPA Polres Pasaman Barat untuk menangani kekerasan, terutama dalam hal edukasi dan pendampingan. Faktor penyebab kekerasan termasuk rendahnya sumber daya manusia dalam keluarga dan pengaruh gawai. "Edukasi dan sosialisasi harus kita tingkatkan dalam upaya melindungi anak dan perempuan," ajaknya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
5













































