Menjaga Jejak Pengabdian: Anjangsana Pemkab Banjarnegara di Usia ke-445

2 hours ago 4

Image Yudi Purwanto

Agama | 2026-02-11 23:35:27

Jajaran Pemkab Banjarnrgara bersama keluarga mantan Bupati Terdahulu berada di Pusara makam pendahulu. (Dok.Kominfo BNA)

Banjarnegara, republika.co.id- Pagi itu, suasana berbeda terasa di sejumlah sudut kota hingga luar daerah. Di tengah rangkaian peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara, jajaran Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tidak sekadar menyiapkan seremoni. Mereka menempuh perjalanan mengetuk pintu rumah, menabur doa di pusara, dan merawat ingatan tentang para pemimpin yang pernah mengabdi untuk daerah ini.

Rabu (11/2/2026), tradisi anjangsana dan ziarah kembali digelar. Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana bersama Wakil Bupati Wakhid Jumali memimpin langsung kegiatan tersebut. Enam tim dibentuk untuk menjangkau keluarga para Bupati dan Wakil Bupati terdahulu, baik yang berada di Banjarnegara maupun di luar kota seperti Semarang, Yogyakarta, Surakarta, hingga Pemalang.

Bagi Pemkab Banjarnegara, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Di balik perjalanan itu, tersimpan pesan penghormatan bahwa pembangunan hari ini berdiri di atas kerja keras dan dedikasi para pendahulu.

Salah satu rombongan, Tim IV yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara Latifa Hesti, menyambangi kediaman keluarga R. Soedibyo, Bupati Banjarnegara periode 1967–1973, di Perumahan Semampir Indah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyambut kedatangan rombongan.

Dalam kesempatan itu, Latifa menyampaikan salam hormat dari Bupati dan Wakil Bupati. Ia menegaskan bahwa makna hari jadi bukan hanya tentang angka usia, tetapi juga tentang refleksi atas perjalanan panjang kepemimpinan daerah.

“Anjangsana dan ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas jasa para pemimpin terdahulu. Semangat perjuangan mereka menjadi teladan bagi generasi penerus, baik di birokrasi maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Tanjung Nirwana. Doa dipanjatkan, bunga ditaburkan sebuah simbol bahwa jasa dan pengabdian tidak pernah benar-benar usai.

Perwakilan keluarga R. Soedibyo, Himawan, mengaku terharu atas perhatian yang terus diberikan setiap tahun.

“Meski Bapak telah tiada, perhatian ini membuat kami merasa bahwa pengabdian beliau tetap dikenang. Ini sangat berarti bagi keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, tim lain bergerak sesuai pembagian tugas. Tim I dipimpin langsung Bupati dan Wakil Bupati dengan mengunjungi para Penjabat (Pj) Bupati terdahulu di Semarang. Tim II hingga Tim VI menyambangi keluarga mantan bupati di berbagai daerah sekaligus melaksanakan ziarah di sejumlah lokasi pemakaman, seperti TPU Ngablak, TPU Bergota, Pemakaman Desa Sewaka Pemalang, Pemakaman Masjid Nurul Hikmah Sleman, hingga TPU Pracimaloyo Sukoharjo.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan tali asih dan oleh-oleh khas Banjarnegara sebagai simbol silaturahmi dan penghargaan.

Di usia ke-455 ini, Banjarnegara tidak hanya merayakan perjalanan waktu. Ia juga meneguhkan ingatan bahwa setiap capaian hari ini adalah mata rantai dari pengabdian panjang para pemimpin terdahulu. Dan dari sanalah, harapan untuk masa depan terus disemai.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |