Apakah Trump akan Berani Memadurokan Ali Khamenei?

2 hours ago 5

Oleh: Buya Anwar Abbas*)

Amerika Serikat (AS) jangan menyamakan Iran dengan Venezuela. Jangan pula menyamakan Ali Khamenei dengan Nicolás Maduro.

Jika Presiden AS Donald Trump berani melakukan sesuatu terhadap Ali Khamenei, seperti yang dilakukannya terhadap Maduro, dunia tentu akan berada dalam bahaya. Sebab, bila hal demikian dilakukan, dunia akan terseret ke dalam perang panjang seperti yang terjadi di Afghanistan.

Pada tahap awal, dengan kekuatan persenjataannya AS bisa saja menekuk Iran seperti yang Washington lakukan terhadap Taliban di Afganistan. Namun, apa yang kemudian terjadi? Rakyat Afganistan bersama Taliban melakukan perlawanan sehingga AS harus angkat kaki.

Demikian pula halnya yang akan terjadi di Iran. Rakyat Iran tentu tidak akan tinggal diam.

Berbagai bentuk perlawanan akan mereka lakukan sehingga orang-orang AS jelas tidak akan bisa bebas pergi ke mana-mana di dunia ini. Sebab, bagi rakyat Iran, membalas tindakan buruk Amerika dengan hal yang setimpal merupakan tugas suci.

Apalagi, Iran juga punya sekutu yang jelas-jelas akan siap untuk membantu, baik diminta maupun tidak diminta. Bagi mereka, Iran mempunyai arti strategis, bukan hanya dari perspektif ekonomi, melainkan juga politik dan militer.

Bagi China, misalnya, Xi jinping tentu tidak akan membiarkan Amerika mengganggu sekutunya. Bila ekonomi Iran terganggu, terutama aliran minyaknya tidak lancar, akibatnya tentu ekonomi China akan terganggu semakin parah dan dalam.

Lebih-lebih, sebelumnya suply minyak ke China dari Venezuela juga sudah terputus imbas diculiknya Maduro yang anti-Amerika. Apatah lagi jika kemudian Trump memutus suply minyak dari Iran. Ini tentu akan mendorong Xi Jinping untuk bertindak lebih keras demi melindungi ekonomi dalam negerinya.

Oleh karena itu, bagi China, menyelamatkan iran akan benar-benar menjadi taruhan. Bagi Xi Jinping, mengganggu iran sama artinya dengan mengganggu negaranya sendiri.

Bila tetap nekat, berarti Trump telah menyeret dunia ke dalam satu situasi yang sangat berbahaya. Dan hal itu tidak boleh terjadi karena akan merusak ekonomi dan stabilitas global. Ini tentu tidak kita inginkan.

*) Dr H Anwar Abbas MM MAg atau yang akrab disapa Buya Anwar Abbas merupakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Dosen tetap Prodi Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah ini juga adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
Politics | | | |