Iyyaka Na'budu Wa Iyyaka Nasta'in

2 hours ago 4

Image Abdul hadi tamba

Agama | 2026-02-12 07:46:41

"Iyyaka na'budu Wa iyyaka nasta'in".

Dalam pandangan kami ayat ke-5 surat Al-Fatihah, "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan), bukan sekedar ucapan ibadah rutin, melainkan sebuah pernyataan komitmen spiritual tertinggi (perjanjian harian) antara seorang hamba dan Allah.

Berikut adalah pandangan kami terhadap ayat tersebut:

Puncak Tauhid dan Penyucian Diri:

Ayat ini menegaskan tauhid yang murni, di mana sufistik memandangnya sebagai pembersihan hati dari penyembahan kepada selain Allah (berhala hati seperti riya, takabur, atau ketergantungan pada makhluk).

Hakikat Ubudiyah (Penghambaan):

Iyyaka na'budu dimaknai sebagai pengakuan bahwa tujuan hidup adalah pengabdian total, di mana seorang salik (penempuh jalan tasawuf) tunduk dan patuh sepenuhnya, menghilangkan ego diri untuk mencapai keikhlasan.

Ketergantungan Total (Isti'anah):

Wa iyyaka nasta'in menunjukkan kepasrahan mutlak. Para sufi meyakini bahwa manusia tidak memiliki daya tanpa pertolongan-Nya.

Meminta tolong kepada Allah adalah sarana untuk dimudahkan dalam beribadah dan sabar atas takdir-Nya.

Perpaduan Syariat dan Hakikat:

Ayat ini menggabungkan syariat (perintah ibadah) dan hakikat (hanya Allah yang dituju).

Kami menekankan bahwa na'budu (penyembahan) harus mendahului nasta'in (memohon pertolongan), artinya penyucian hati (ibadah) adalah jalan untuk mendapatkan pertolongan Allah dalam menempuh ma'rifatullah.

Pernyataan Janji Harian:

Ayat ini adalah komitmen harian yang diperbarui di hadapan Allah.

Patuh karena Allah layak disembah, dan memohon karena manusia tidak berdaya tanpa-Nya.

Ayat ini mencerminkan sikap tawakkal dan ikhlas yang menjadi fondasi utama dalam ajaran pandangan kami untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah.

Dengan kerendahan hati saling berbagi semoga dengan safa'at dari Nabi Besar junjungan kita Muhammad SAW Tercinta dan Suri Teladan kita Sepanjang Zaman ada manfa'at nya buat kita Saudara saudaraku.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |