Co-founder dan Presiden Direktur Mandaya Hospital Group, Benedictus Widaja (kanan).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Co-founder dan Presiden Direktur Mandaya Hospital Group, Benedictus Widaja, masuk dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 tahun 2026 di tengah ekspansi dan penguatan strategi bisnis rumah sakit swasta. Pengembangan layanan spesialis dan investasi teknologi menjadi pendekatan yang ditempuh untuk memperkuat posisi di industri kesehatan.
Masuknya Benedictus dalam daftar tersebut tidak terlepas dari kinerja Mandaya Royal Hospital Puri sejak mulai beroperasi pada 2021. Dalam dua tahun, rumah sakit ini mencatat EBITDA positif dalam enam bulan dan laba bersih dalam 18 bulan, serta masuk kelompok rumah sakit dengan pendapatan tertinggi secara nasional.
Benedictus mengatakan, pengakuan dari Fortune mencerminkan upaya organisasi dalam membangun model layanan kesehatan yang terintegrasi. “Pengakuan ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang bagaimana Mandaya berupaya menghadirkan standar baru layanan kesehatan di Indonesia, yakni menggabungkan kualitas klinis, teknologi, dan pengalaman pasien yang benar-benar berpusat pada manusia,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (16/2/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Fortune Indonesia serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan Mandaya.
Strategi Mandaya bertumpu pada diferensiasi layanan di tengah persaingan industri rumah sakit swasta. Perusahaan memposisikan diri pada segmen layanan premium dengan fokus pada pengalaman pasien dan keluarga, termasuk konsep IGD privat satu pasien satu kamar, fasilitas pendamping keluarga, hingga layanan tambahan bagi pasien rawat inap.
Pendekatan tersebut dibarengi investasi pada teknologi medis untuk meningkatkan kompleksitas layanan dan memperluas sumber pendapatan. Mandaya mengembangkan layanan transplantasi organ serta pusat kanker terintegrasi dengan fasilitas seperti PET CT, radioterapi, dan berbagai prosedur minimal invasif. Investasi ini sekaligus menjadi upaya menangkap pasar pasien dalam negeri yang sebelumnya memilih berobat ke luar negeri.
Ben merupakan lulusan University of Manchester Medical School, Inggris, dan sempat berpraktik di rumah sakit NHS wilayah Barat Laut Inggris sebelum kembali ke Indonesia. Ia memadukan pendekatan klinis dan manajerial dalam membangun model rumah sakit yang mengedepankan kualitas medis sekaligus keberlanjutan bisnis.
Masuknya Ben dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 mencerminkan munculnya generasi baru pemimpin rumah sakit swasta yang mengandalkan strategi diferensiasi, investasi teknologi, dan penguatan pengalaman pasien sebagai motor pertumbuhan industri kesehatan nasional.

2 hours ago
4















































