Libur Imlek, Jalan Asia Afrika dan Braga Bandung Dipadati Wisatawan

1 hour ago 3

Ribuan wisatawan memadati kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga, Kota Bandung pada momen libur panjang Imlek tahun 2026, Senin (16/2/2026). Mereka memadati kawasan wisata itu sambil berjalan kaki menikmati pemandangan heritage.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ribuan wisatawan memadati kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga, Kota Bandung pada momen libur panjang Imlek tahun 2026, Senin (16/2/2026). Mereka memadati kawasan wisata itu sambil berjalan kaki menikmati pemandangan heritage.

Pantauan Republika, di Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga, kepadatan kendaraan terjadi mengingat jumlah wisatawan yang datang membeludak di kawasan itu. Sementara itu, para wisatawan lainnya berjalan kaki menikmati sejumlah bangunan heritage dan cuaca di Kota Bandung.

Wisatawan memadati di trotoar Jalan Braga. Mereka banyak yang menikmati kuliner di sepanjang jalan itu. Di samping itu, sejumlah polisi wanita (polwan) dari Satlantas Polrestabes Bandung turut melakukan pengamanan agar lalu lintas berjalan lancar.

Mereka melakukan pengaturan lalu lintas bagi kendaraan yang melintas di Jalan Asia Afrika. Selain itu, mereka pun turut membantu para wisatawan yang hendak menyeberang hingga berdialog dengan sejumlah wisatawan.

Salah seorang wisatawan, Sandi asal Kota Bandung mengaku sengaja datang ke Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga untuk berwisata bersama istri dan anak. Ia mengaku senang bisa bermain di kawasan itu untuk menikmati liburan panjang itu.

"Ya, senang Alhamdulillah," ungkap dia, Senin (16/2/2026).

Wakasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Rini Widiyanti mengatakan seluruh polwan Satlantas Polrestabes Bandung melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas selama libur panjang Imlek. Ia menyebut langkah itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan.

"Pada hari ini dari pagi sampai sore hari yang pertama kami melaksanakan patroli di Surya Sumantri, lanjut ke Paskal tempat keramaian, lanjut ke PVJ, Rumah Mode, dan sekarang kami ada di pusat kota Asia Afrika," ucap dia, Senin (16/2/2026).

Read Entire Article
Politics | | | |