AYIMUN Kumpulkan Pemuda dari 25 Negara Bahas Solusi Isu Global

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — AYIMUN Virtual Conference ke-27 menghimpun 220 pemuda dari 25 negara untuk membahas berbagai isu global melalui forum diplomasi virtual. Konferensi yang digelar International Global Network (IGN) pada 14-15 Februari 2026 ini digelar untuk memperluas akses generasi muda terhadap pengalaman diplomasi internasional.

AYIMUN Virtual Conference merupakan bagian dari rangkaian Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) yang menggunakan format daring untuk mempertemukan delegasi lintas negara. Hingga kini, AYIMUN telah melibatkan lebih dari 110.287 alumni dari 180 negara melalui berbagai konferensi yang diselenggarakan.

President IGN Muhammad Fahrizal mengatakan, forum ini dirancang untuk melatih kemampuan berpikir strategis dan kolaborasi para peserta. “Sebagai delegasi AYIMUN, kalian akan berpikir secara strategis, bernegosiasi secara bertanggungjawab, dan berkolaborasi antar perspektif,” kata Muhammad Fahrizal dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Dalam konferensi ini, peserta dibagi ke dalam empat council, yaitu United Nations Environmental Programme (UNEP), World Health Organization (WHO), United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dan North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Setiap council membahas isu mulai dari polusi plastik, dampak limbah industri terhadap kesehatan, ketahanan iklim, hingga keamanan lingkungan di kawasan Arktik.

Fahrizal mengatakan, forum ini menjadi ruang bagi pertukaran gagasan dan penyusunan solusi atas isu global. “Jadikan konferensi ini tempat dimana ide inovatif bertemu, solusi praktis dan halus, dan aksi kolektif diperkuat,” ujar Fahrizal.

Konferensi ini dipandu oleh sejumlah chair internasional, antara lain, Clothilde Jeanne Mazurier dari Prancis, Gyuri Kim dari Korea Selatan, Pimrada Roekruchiraphat dari Thailand, Serge Nohra dari Lebanon, serta fasilitator dari Indonesia. Para chair bertugas memastikan diskusi berjalan terarah dan menghasilkan dokumen resolusi.

Fahrizal mengatakan, penyelenggaraan konferensi secara virtual mencerminkan perubahan dalam praktik diplomasi global yang semakin memanfaatkan platform digital. “Sehingga para pelajar yang menghadapi kendala geografis atau logistik tetap dapat memperoleh pengalaman global dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan,” kata Muhammad Fahrizal.

IGN merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan generasi muda melalui program edukasi internasional, termasuk AYIMUN. Program AYIMUN Virtual Conference diselenggarakan secara rutin setiap dua bulan, dengan agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 4-5 April 2026.

Read Entire Article
Politics | | | |