Bulog Siapkan 146 Kios di Pasar Jaya untuk Stabilkan Harga Selama Ramadan

3 hours ago 4

Warga membeli bahan pangan saat Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Jumat (13/2/2026). Pemprov Kalteng menggelar GPM serentak di berbagai kabupaten dan kota di wilayah setempat yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perum Bulog menyiapkan kios khusus di 146 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya sebagai langkah pengendalian harga pangan selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kios tersebut menjadi perpanjangan tangan gudang Bulog agar distribusi komoditas strategis lebih dekat dengan pedagang.

Program ini merupakan hasil koordinasi Bulog bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya. Kebijakan ini diambil setelah hasil inspeksi lapangan menunjukkan indikasi kenaikan harga sejumlah komoditas. DKI Jakarta diprioritaskan karena menjadi barometer harga nasional.

“Kami akan diberikan ruang atau kios di masing-masing pasar sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog. Pengecer tidak lagi harus membeli langsung ke gudang, cukup di kios yang ada di pasar,” kata Rizal di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan kios akan mempermudah akses stok bagi pengecer sekaligus menekan biaya distribusi, termasuk ongkos angkut. Bulog hanya melayani pedagang yang direkomendasikan Pasar Jaya dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar penyaluran tepat sasaran.

Komoditas yang disalurkan melalui kios tersebut di antaranya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat Minyakita. Selain itu, Bulog menyiapkan operasi pasar apabila terjadi lonjakan harga signifikan di lapangan.

Pasar Jaya juga menyiapkan papan informasi berisi daftar harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan pemerintah (HAP). “Kami akan memasang papan daftar harga sehingga tidak ada alasan menaikkan harga di atas ketentuan,” ujar Rizal.

Bulog menargetkan kios mulai beroperasi pekan depan dan telah tergelar pada minggu kedua Ramadan, yang biasanya menjadi periode puncak permintaan bahan pangan. Rizal menambahkan, implementasi di DKI Jakarta menjadi tahap awal sebelum diperluas secara paralel ke provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemerintah daerah di wilayah tersebut telah diminta menyiapkan ruang di pasar untuk program serupa.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto menyampaikan, kenaikan harga paling signifikan saat ini terjadi pada cabai rawit merah akibat berkurangnya pasokan karena faktor cuaca. Pasar Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta melakukan intervensi melalui kerja sama antar-daerah serta penyerapan pasokan dari sentra produksi.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan pengendalian inflasi dilakukan melalui pemantauan intensif harga dan stok bahan pokok, pengawasan distribusi Minyakita, serta inspeksi pasar secara berkala. Program kios Bulog di pasar diharapkan menjadi solusi struktural untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus memotong rantai distribusi yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Read Entire Article
Politics | | | |