Setahun Jabat Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi Dinilai Kurang Komunikasi dengan Publik

2 hours ago 2

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi memberikan keterangan kepada awak media di kantornya soal kenaikan UMP Jateng 2026, Rabu (24/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Nur Hidayat Sardini, mengatakan, pemerintahan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi telah menunjukkan kinerja cukup positif lewat berbagai programnya selama satu tahun menjabat. Namun, dia berpendapat, komunikasi publik masih menjadi catatan yang harus dibenahi oleh Luthfi. 

Nur menyimak berbagai program yang diluncurkan Luthfi sejak dia resmi menjabat pada 20 Februari 2025, seperti Dokter Spesialis Keliling (Speling) dan Mageri Segoro (gerakan penanaman mangrove). Selain itu, terdapat pula program desalinasi untuk memberikan akses air bersih kepada warga di wilayah pesisir. Menurut Nur, program-program tersebut memberikan dampak konkret untuk masyarakat.

Kendati demikian, Nur mengatakan, baru-baru ini Luthfi menjadi sorotan akibat persoalan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dalam isu itu, warga Jateng mengeluhkan lonjakan PKB. Sebagian masyarakat mengaku tak mengetahui penyebab naiknya PKB. 

Sementara itu Pemprov Jateng membantah menaikkan PKB. Kenaikan PKB disebabkan adanya pengenaan opsen sebagaimana diatur Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) yang resmi diberlakukan pada Januari 2025. 

Menurut Nur, isu kenaikan PKB memicu sentimen negatif terhadap pemerintahan Luthfi. "Ini yang memantik sentimen negatif yang harus menjadi koreksi buat beliau (Luthfi)," ujarnya ketika diwawancara, Sabtu (21/2/2026).

Dia berpendapat, salah satu hal yang layak menjadi koreksi bagi pemerintahan Luthfi adalah soal komunikasi publik. "Komunikasi kepada publik perlu ditata ulang. Bukan hanya mengandalkan humas resmi ke Diskominfo," ucap pria yang menjadi salah satu pendiri Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) tersebut. 

Terkait hal itu, Nur mengingat era pemerintahan mantan gubernur Jateng, Mardiyanto. "Dia bikin kegiatan-kegiatan yang benar-benar tidak basa basi, tidak formal, tapi mengundang wartawan seperti cafe morning di rumah dinas," katanya.

Read Entire Article
Politics | | | |