Ilustrasi pengendara motor dipukuli begal.
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Kabar mengenai dugaan tindak kekerasan atau aksi begal yang menimpa dua pria asal Majalengka di area persawahan Jalan Ampera, Desa Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (4/6/2026) malam sempat viral di media sosial. Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kapolsek Jatibarang, Kompol Darli, menegaskan, meski terjadi aksi kekerasan, namun kejadian itu bukan begal seperti yang ramai di media sosial.
Darli menjelaskan, alasan aksi kekerasan tersebut bukan begal karena barang-barang milik korban, termasuk kendaraan roda dua, tidak ada yang hilang atau dirampas oleh pelaku. Dia menjelaskan peristiwa bermula ketika korban bernama Tofan (25 tahun) bersama rekannya, Didi Maino (27), melakukan perjalanan dari Kabupaten Majalengka menuju Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.
Keduanya memutuskan untuk datang ke Jatibarang setelah menerima ajakan bertemu via WhatsApp dari seorang kenalan mereka bernama Tio. Sosok Tio mereka kenal saat merantau ke wilayah Bekasi.
Sesampainya di Jatibarang, korban sempat berupaya menghubungi Tio. Namun, nomor ponsel yang bersangkutan tidak bisa dihubungi atau tidak aktif.
Meski demikian, Tofan dan Didi tetap menuruti petunjuk titik lokasi (shareloc) yang sebelumnya dikirimkan oleh Tio. Titik lokasi itu merujuk ke area persawahan di Jalan Ampera, Desa Bulak Lor.
"Setibanya di lokasi pada pukul 19.10 WIB, korban sempat bertanya arah jalan kepada dua orang perempuan. Tak lama kemudian, muncul dua orang laki-laki tak dikenal yang tiba-tiba melakukan kekerasan fisik terhadap kedua korban," ujar Darli, Sabtu (6/6/2026).
Akibat serangan mendadak tersebut, kedua korban mengalami luka-luka cukup serius. Petugas piket Reskrim Polsek Jatibarang yang mendapatkan informasi dari warga langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban ke Puskesmas Jatibarang.
“Mengingat kondisi luka-lukanya, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” terang Darli.

1 hour ago
5

















































