REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kemunculan Dajjal merupakan salah satu fitnah terbesar menjelang hari kiamat. Dalam berbagai riwayat tenang Dajjal telah diisyaratkan keluarnya, daerah yang menjadi pusat pengikutnya, hingga tempat dan cara kematiannya. Para ulama kemudian merangkum keterangan-keterangan tersebut untuk memberi peringatan sekaligus bekal kewaspadaan bagi umat Islam terhadap dahsyatnya ujian yang menyertai kemunculan Dajjal dan bangsa pengikutnya.
Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan bahwa tempat keluar Dajjal yang tidak diperselisihkan dalam berbagai riwayat adalah keluar dari arah timur.
Ada dua riwayat yang berbeda, satu menyebutkan bahwa Dajjal keluar dari wilayah Khurasan, dan satu riwayat lagi mengatakan bahwa Dajjal keluar dari Kota Ashfahan di Iran.
Abu Hurairah Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dajjal Al-Masih yang sesat akan keluar dari bumi belahan timur pada saat manusia berselisih. Kemudian ia keluar menuju Hijaz yang berada di antara lrak dan Syiria, kemudian menuju Makkah dan Madinah, namun
malaikat mencegahnya. Kemudian ia pergi ke Palestina di mana ia akan
dibunuh oleh Isa bin Maryam di Kota Ludd, di Palestina." (Diriwayatkan Imam Al-Bazzar dan perawi-perawinya shahih)
Rasulullah SAW bersabda, "Dajjal akan keluar dari bumi sebelah timur yang disebut Khurasan." (HR Imam At-Tirmidzi)
Anas Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dajjal akan keluar dari bangsa Yahudi Ashfahan yang akan diikuti 70 ribu orang dari golongan mereka. (HR Imam Muslim)
Ibnu Al-Atsir berkata, "Dajjal dinamakan Al-Masih karena matanya yang satu rata, sedangkan Al-Masih adalah orang yang salah satu bagian wajahnya rata tidak ada mata dan alisnya.
Berbeda dengan Al-Masih Isa bin Maryam Alahissalam, karena ia adalah
bentuk fa'il yang bermakna fa'il (pelaku). Di namakan demikian karena ia
mengusap orang yang sakit lalu sembuh dengan izin Allah.
Terkait Dajjal si pendusta, dinamakan Dajjal, sebagaimana
yang dikatakan lbnu Hajar, "Karena ia menutupi kebenaran dengan kebatilannya."
Kondisi Manusia Sebelum Kemunculan Dajjal
Kemunculan Dajjal merupakan penambah cobaan dan ujian bagi manusia. Sebab, sebelum kemunculannya, manusia telah diliputi berbagai kesulitan hidup dan kelaparan yang sangat berat, hingga sulit mereka tanggung.
Abu Umamah Radhiyallahu anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW berbicara tentang Dajjal.”
"Beliau bersabda: Sebelum kemunculan Dajjal akan terjadi tiga tahun masa sulit. Pada masa itu, manusia akan ditimpa kelaparan yang sangat parah."
"Pada tahun pertama, Allah memerintahkan langit untuk menahan sepertiga hujan dari biasanya, dan memerintahkan bumi menahan sepertiga dari hasil tanaman."
"Pada tahun kedua, Allah memerintahkan langit menahan dua pertiga hujan dari biasanya, dan memerintahkan bumi menahan dua pertiga dari hasil tanamannya."
"Pada tahun ketiga, Allah memerintahkan langit untuk tidak menurunkan hujan setetes pun, dan memerintahkan bumi untuk tidak menumbuhkan satu tanaman pun. Seluruh binatang akan binasa, kecuali yang dikehendaki Allah.”
"Lalu para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, dengan apakah manusia akan bertahan hidup pada saat itu?”
"Beliau menjawab: Dengan tasbih dan takbir. Keduanya akan menjadi makanan bagi mereka." (HR Imam Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim)

2 hours ago
4















































