83 Ribu Wisatawan Serbu Bandung Barat Selama Libur Panjang Idul Adha-Waisak-Harlah Pancasila

2 hours ago 5

Wisatawan bergelantung di tempat tidur gantung (hammock) saat berwisata di Tebing Hawu, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Wisata ekstrem hammock di ketinggian sekitar 50 meter dari atas tanah dengan panorama perbukitan dan persawahan tersebut menjadi salah satu kegiatan wisata luar ruang favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang Hari Raya Waisak 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mencatat total kunjungan wisatawan selama libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah, Waisak hingga Hari Lahir Pancasila mencapai 83.014 orang. 

Libur panjang dimulai pada 27 Mei 2026 yang bertepata dengan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, di mana ada 9.394 wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di Bandung Barat. Kemudian cuti bersama pada 28 Mei 2026, sebanyak 12.939 wisatawan.

Dilanjut dengan 'Hari Kejepit Nasional' 29 Mei 2026 ada 8.790 wisatawan, akhir pekan 30 Mei 2026 ada sebanyak 14.447 wisatawan, Hari Raya Waisak 31 Mei 2026 ada 23.219 wisatawan dan libur Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 ada 13.918 wisatawan.

"Total kunjungan wisatawan ke Bandung Barat selama libur panjang kemarin itu ada 83.014 orang. Paling banyak itu memang pas hari Minggu itu ada 23.219 wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB, Asep Dendih saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).

Jumlah kunjungan itu terdata dari 15 objek wisata yang memang masih di dominasi di wilayah utara. Khususnya Lembang, Parongpong dan Cisarua yang harus diakui masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bandung Barat.

"Fokus wisatawan memang masih di wilayah utara kalau melihat data kunjungan. Alhamdulillah Bandung Barat ini ternyata tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung," ujar Asep Dendih. 

Namun ke depan, kata dia, pihaknya bakal mengembangkan potensi wisata di wilayah barat dan selatan. Hal itu dilakukan agar bisnis pariwisata tidak tersentralisir wilayah utara. Potensi wisata di selatan dan barat juga dilirik Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

"Sesuai program Pak Bupati Jeje, pengembangan wisata tidak hanya terpusat di wilayah utara. Tapi juga ke wilayah selatan juga," ucap Asep Dendih.

Read Entire Article
Politics | | | |