Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (19/3/2026) meminta Israel menghentikan serangan ke fasilitas minyak dan gas Iran. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah eskalasi konflik yang terus memanas.
Trump mengatakan, ia telah memperingatkan Netanyahu agar tidak lagi menargetkan ladang energi Iran. Ia juga menegaskan hubungan keduanya tetap berjalan baik di tengah ketegangan situasi.
“Ya, saya telah memperingatkannya (Netanyahu) agar tidak melakukan hal itu, dan ia tidak akan melakukannya,” kata Trump.
Trump menambahkan, Amerika Serikat tidak mengetahui rencana serangan Israel terhadap fasilitas energi Iran sebelumnya. Pernyataan itu muncul setelah laporan serangan terhadap ladang gas South Pars dan kawasan industri Asaluyeh.
Laporan menyebutkan kebakaran terjadi di Asaluyeh setelah tangki penyimpanan dan fasilitas pengolahan gas terkena serangan. South Pars diketahui merupakan ladang gas terbesar di Iran dan menjadi tulang punggung energi negara tersebut.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat sejak akhir Februari 2026. Serangan yang berlangsung memicu kerusakan besar, korban sipil, serta memicu serangan balasan dari Iran ke wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel menyebut operasi militer tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, keduanya juga menyatakan keinginan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
sumber : Antara/Sputnik/RIA Novosti

10 hours ago
9
















































