REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebutuhan jaringan berstandar enterprise tidak lagi terbatas bagi perusahaan besar. Perkembangan teknologi membuat solusi jaringan yang sebelumnya mahal dan kompleks kini mulai dirancang agar dapat digunakan oleh usaha kecil dan menengah (UKM) tanpa beban operasional tinggi.
Selama ini banyak pelaku usaha membutuhkan sistem jaringan dengan keamanan dan performa tinggi, namun implementasinya sering terkendala biaya investasi, kebutuhan tenaga IT khusus, serta sistem operasional yang rumit. Di sisi lain, solusi jaringan yang lebih sederhana kerap tidak mampu memenuhi kebutuhan kecepatan akses dan perlindungan data bisnis.
Menjawab perubahan kebutuhan tersebut, pelaku industri teknologi mulai menghadirkan pendekatan baru berupa solusi enterprise networking yang tetap kuat secara performa, tetapi lebih mudah dioperasikan oleh organisasi dengan sumber daya terbatas. Tren ini sekaligus menandai pergeseran strategi vendor teknologi yang mulai serius menggarap segmen UKM sebagai pasar pertumbuhan baru.
Ruijie meluncurkan lini produk Cybrey yang dibuat sebagai ekosistem jaringan end-to-end, mencakup firewall, access point, switch hingga router dalam satu sistem terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan pelaku usaha mengelola jaringan dengan standar enterprise tanpa harus menghadapi kompleksitas implementasi yang tinggi.
Indonesia dipandang sebagai pasar strategis karena percepatan transformasi digital nasional mendorong kebutuhan konektivitas yang stabil, aman, dan mudah dikelola. Selain di Jakarta, pengenalan solusi ini juga direncanakan berlangsung di sejumlah kota besar seperti Bandung, Surabaya, Medan, dan Semarang guna memperluas adopsi teknologi jaringan di tingkat regional.
Indonesia Country Manager Ruijie, Bobby Wen mengatakan, perubahan kebutuhan pasar menjadi alasan utama lahirnya solusi jaringan yang lebih sederhana namun tetap berstandar tinggi. Ia menilai banyak pelaku usaha membutuhkan teknologi enterprise tanpa harus menghadapi kompleksitas sistem.
“Cybrey adalah game changer. Kami menghapus stigma bahwa enterprise networking harus rumit, Teknologi kelas enterprise kini hadir lebih mudah, efisien, dan siap dipakai oleh UKM,” kata Bobby, Rabu (6/5/2026).
Distribusi produk dilakukan melalui kolaborasi dengan Wahana Piranti Teknologi sebagai value added distributor yang berperan memperkuat ekosistem implementasi di pasar UKM. Pendekatan ini menunjukkan bahwa strategi industri tidak lagi sekadar menjual perangkat, tetapi membangun solusi jaringan yang siap digunakan sesuai kebutuhan bisnis.
Meningkatnya adopsi jaringan enterprise di segmen UKM dinilai menjadi fase baru transformasi digital, ketika teknologi yang sebelumnya eksklusif bagi korporasi besar mulai menjadi infrastruktur dasar bagi pelaku usaha skala menengah dan kecil.

2 hours ago
4
















































