TP PKK Makassar Latih Pelaku UMKM Perempuan Manfaatkan AI agar Naik Kelas

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) bagi perempuan pelaku UMKM. Kegiatan bertajuk “Ibu Berdaya: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk UMKM Perempuan” ini berlangsung di Makassar, Selasa (11/8), dengan tujuan membantu pelaku usaha naik kelas melalui teknologi digital.

Sekretaris TP PKK Kota Makassar Faridah Kadir menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menggunakan AI. Ia menyebut perkembangan teknologi harus dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas dan memperluas promosi usaha secara lebih efektif.

“Kami ingin ibu-ibu tidak hanya mengenal AI, tetapi bisa langsung memanfaatkannya untuk usaha,” ujar Faridah. Pelatihan ini merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar yang digelar melalui kolaborasi dengan BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Langsung Praktik Buat Konten Promosi

Kegiatan ini secara spesifik bertujuan meningkatkan literasi AI dan digital peserta, membuat konten promosi berbasis AI, mendesain materi pemasaran digital, hingga merancang strategi pemasaran yang lebih kreatif. Faridah menekankan bahwa pelatihan tidak hanya bersifat pengenalan, tetapi memastikan teknologi benar-benar dapat digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari.

“Dengan pelatihan ini, para peserta diarahkan memanfaatkan AI untuk pekerjaan yang selama ini dianggap sulit, seperti membuat ide promosi, menulis caption, menyusun materi pemasaran, hingga menghasilkan desain yang lebih menarik,” jelasnya.

Sementara itu, Pokja II TP PKK Kota Makassar Andi Indrawaty menambahkan bahwa metode praktik langsung sengaja dipilih. Menurutnya, sebagian besar peserta merupakan ibu-ibu pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.

“Kalau hanya diberikan materi, mungkin ibu-ibu masih bingung. Jadi kita langsung praktik. Hari ini ibu-ibu belajar, langsung pegang dan mencoba sendiri. Kita ingin yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tadinya tidak bisa menjadi bisa,” kata Andi.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak seharusnya menjadi hambatan bagi perempuan pelaku UMKM. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi justru dapat menjadi alat yang memudahkan pekerjaan, membantu menghemat waktu, menemukan ide baru, serta membuat promosi yang lebih menarik tanpa harus memiliki kemampuan desain atau pemasaran yang tinggi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |