Kapal induk USS Gerald Ford.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei belum lama ini mengingatkan militer AS yang terus menebar ancaman serangan ke negara Republik Islam. Menurut Khamenei, AS memang memiliki kapal induk, namun Iran juga memiliki senjata yang bisa menenggelamkannya ke dasar laut.
Lalu senjata apa yang dimaksud oleh Khamenei? Benarkah Iran memiliki kemampuan untuk menenggelamkan kapal induk AS bertenaga nuklir?
Berdasarkan laporan India Today, Sabtu (21/2/2026), Iran kemungkinan akan menggunakan beragam jenis untuk menunaikan ancaman Khamenei terhadap kapal induk AS. Berikut penjelasannya.
Rudal hipersonik
Senjata paling mematikan yang bisa digunakan Iran dalam peperangan di lautan melawan AS adalah rudal Fattah yang masuk ke dalam kelas hipersonik. Dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), rudal Fattah-1 pertama kali dirilis pada Juni 2023.

Foto selebaran yang disediakan oleh situs web resmi Garda Revolusi Iran (IRGC) menunjukkan, rudal Fattah (hipersonik) buatan Iran saat upacara pembukaan di Teheran, Iran, Selasa (6/6/2023). - (EPA-EFE/SEPAH NEWS)
Menurut laporan Associated Press, Fattah-1 adalah rudal balistik jarak medium (MRBM) dengan jarak jangkauan mencapai 1.400 kilometer dengan kecematan Mach 13-15. Fattah-1 bertenaga pendorong berbahan bakar solid dan diklaim bisa bermanuver menghindari sistem pertahanan anti-rudal musuh saat rudal melaju dalam kecepatan tinggi menuju target.
IRGC kemudian pada November 2023 merilis Fattah-2, generasi terbaru dari rudal hipersonik sebelumnya, yang oleh analis berdesain kendaraan peluncur hipersonik (HGV). Rudal dengan teknologi HGV menjadikan hulu ledaknya bisa bermanuver menggunakan konstruksi aerodinamis guna melaju pada lintasan yang tak terprediksi, membuatnya lebih sulit diintersep oleh sistem pertahanan antirudal.
Hingga kini, tidak diketahui berapa banyak rudal Fattah yang dimiliki oleh Iran. Namun, berdasarkan laporan New York Times, beberapa rudal Fattah telah digunakan Oran bersama 180 hingga 200 rudal balistik saat Iran melancarkans serangan ke Israel pada 1 Oktober 2024, sebagai bagian dari Operasi Janji Setia 2.

2 hours ago
3














































