REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelaku industri kecantikan mulai memperluas peran di luar bisnis inti dengan mendorong program pemberdayaan sosial, khususnya bagi perempuan. Pendekatan ini berkembang seiring meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kontribusi sosial dan keberlanjutan perusahaan.
Program berbasis komunitas, akses pendidikan, hingga bantuan ekonomi menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat dampak sosial. Selain itu, integrasi antara kampanye pemasaran dan inisiatif sosial juga semakin banyak dilakukan untuk menjangkau kelompok muda.
Jenama Scarlett mengembangkan program Scarlett Beauty Impact sebagai payung kegiatan sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan penguatan komunitas. Inisiatif ini mencakup akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga pelatihan keterampilan.
Salah satu program yang dijalankan adalah Umroh Bareng Scarlett yang telah berlangsung sejak 2022. Hingga 2026, mayoritas penerima manfaat berasal dari perempuan dengan porsi mencapai sekitar 85 persen.
Co-Founder Scarlett Felicya Angelista mengatakan, program sosial menjadi komitmen pihaknya untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Sejak awal berdiri, Scarlett ingin memberikan manfaat bagi masyarakat. Komitmen ini kami lakukan melalui berbagai program, termasuk program Ramadhan yang menjadi agenda tahunan,” kata Felicya, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, perusahaan menjalankan program distribusi bantuan melalui Food Truck Scarlett yang menyasar masyarakat prasejahtera di wilayah perkotaan. Hingga 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 100 lokasi.
Untuk memperluas dampak, perusahaan menggandeng figur publik dan membentuk wadah kolaborasi terbuka yang melibatkan komunitas. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperkuat partisipasi dan memastikan keberlanjutan program.
Scarlett juga meluncurkan Scarlett Beauty Impact Collective sebagai platform kolaborasi lintas pihak dalam mengembangkan program sosial. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola serta memperluas jangkauan kegiatan pemberdayaan.
CMO Scarlett Fiona Anjani mengatakan, penguatan struktur dan tata kelola menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program.
“Melalui Teman Hari Ramadhan 2026 dan inisiatif SBI lainnya, kami memastikan setiap inisiatif dijalankan dengan tata kelola yang kuat, arah yang jelas, dan fokus pada manfaat nyata bagi komunitas. Ke depan, kami berharap rangkaian program ini dapat terus menjadi ruang kolaborasi dan partisipasi bersama dalam membangun kepedulian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, integrasi antara strategi bisnis dan program sosial diperkirakan semakin menguat. Bagi pelaku industri, pendekatan ini tidak hanya memperkuat citra merek, tetapi juga meningkatkan relevansi perusahaan di tengah perubahan preferensi konsumen.

14 hours ago
8

















































