Gunung Semeru Erupsi dengan Abu Vulkanik ke Arah Barat Daya

3 hours ago 8

Lava pijar keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (25/11/2025) dini hari. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan 00.00 - 06.00 WIB, gunung itu tercatat mengalami 38 kali gempa letusan, tiga kali gempa guguran, dan tiga kali gempa hembusan, sehingga warga diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 20 kilometer dari kawah. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/bar

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi. Abu vulkaniknya mengarah ke barat daya pada Sabtu (18/4/2026) pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu pukul 05.26 WIB dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurutnya tinggi kolom letusan Gunung Semeru teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau ketinggian 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl). Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

Berdasarkan data petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi sebanyak enam kali pada Sabtu selama enam jam terakhir sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB dengan tinggi letusan mulai 300 meter hingga 700 meter di atas puncak.

Untuk pengamatan kegempaan dalam periode yang sama tercatat 11 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 11-22 mm, dan lama gempa 94-152 detik, kemudian satu kali gempa embusan dengan amplitudo 6 mm dan lama gempa 32 detik. Serta satu kali harmonik dengan amplitudo 7 mm dan lama gempa 214 detik.

Liswanto menjelaskan, Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. "Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |