REPUBLIKA.CO.ID, Sebagai sebuah mukjizat, Alquran merupakan kitab suci yang wajib diimani oleh setiap Muslim. Alquran mengisahkan berbagai keajaiban yang ternyata bisa dibuktikan oleh sains masa kini.
Alquran mengisahkan cerita-cerita zaman sebelumnya yang belum bisa dipahami manusia zaman itu. Salah satu keajaiban yang dikisahkan dalam Alquran adalah cerita mengenai seorang lelaki Bani Israil. Beberapa riwayat mengungkapkan, pria tersebut adalah seorang nabi yang dipanggil Nabi Hezqiyal. Riwayat lainnya mengungkapkan, dia adalah Nabi Uzair.
Syahdan, Nabi Hezqiyal, diperlihatkan oleh Allah bagaimana menghidupkan kembali keledai yang telah menjadi tulang-belulang. QS Al-Baqarah ayat 259 memberikan gambaran kejadian ini, “...dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.”
Hal yang menarik dalam kisah tersebut adalah bahwa pada Nabi Hezqiyal diperlihatkan bagaimana tulang-tulang tersusun kembali kemudian dibalut dengan daging, sampai terjadi keledai hidup seperti sediakala.
Dalam buku Waktu dari Perspektif Alquran, ayat tersebut ditafsirkan dengan Hadis Rasulullah yang menyinggung tetang adanya substansi pada tubuh manusia yang disebut ‘ajb aż-żanab (diterjemahkan sebagai tulang ekor). Dari bagian tubuh ini, semua makhluk manusia akan dibangkitkan kembali. Penjelasan tersebut dinilai bisa membantu interpretasi bangkitnya kembali keledai Nabi Hezqiyal, mengingat keledai adalah jenis makhluk mamalia seperti manusia.
Peristiwa dibangkitkannya kembali keledai Nabi Hezqiyal mungkin dapat dipahami melalui ilmu pengetahuan modern. Dalam dunia ilmu pengetahuan kedokteran maupun biologi dikenal suatu jenis sel yang disebut dengan stem cells atau Sel Punca. Dari Sel Punca inilah semua jaringan tubuh manusia dibuat dan berasal.
Sel Punca (Stem Cells) merupakan sel yang belum memiliki bentuk (belum terdiferensiasi) dan belum mempunyai fungsi spesifik layaknya sel lainnya pada organ tubuh. Sel punca berbeda dengan sel-sel lainnya yang terdapat dalam tubuh, yang telah mengalami diferensiasi, misal sel otot jantung (kardiomiosit), sel neuron (saraf), dan sel pankreas, mereka semuanya telah memiliki bentuk dan fungsi yang spesifik.
Sel Punca terjadi beberapa saat setelah terjadinya konsepsi antara sel telur (ibu) dengan sperma (ayah). Sel ini merupakan sel yang sangat awal terbentuk, belum terdiferensiasi, dan merupakan induk dari semua sel fungsional lainnya. Sel Punca yang terjadi beberapa saat setelah konsepsi dikenal sebagai embryonic stem cells (ESC), atau Sel Punca Embryonik.
sumber : Pusat Data Republika

2 hours ago
4















































