REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks dan penuh tantangan, PT Rekayasa Industri (Rekind) menegaskan pentingnya manajemen krisis sebagai salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan usaha dan reputasi perusahaan. Bagi perusahaan EPC Industrial Process milik negara itu, krisis bukan sekadar situasi darurat, melainkan bagian dari dinamika bisnis yang harus dikelola secara sistematis, terukur, dan terencana.
Sekretaris Perusahaan Rekind Budi Adi Nugroho menjelaskan Rekind memiliki kerangka kerja yang jelas dalam mengantisipasi berbagai bentuk situasi krisis. Kerangka tersebut mencakup identifikasi jenis krisis, pemantauan perkembangan eskalasi, hingga pengukuran tingkat intensitasnya.
Melalui pemetaan situasi dan kondisi yang komprehensif, perusahaan dapat menilai lebih dini apakah suatu peristiwa berpotensi berkembang menjadi krisis atau masih berada dalam tahap terkendali. “Pendekatan ini membuat kami tidak bersikap reaktif. Setiap potensi isu dianalisis secara objektif agar respons yang diambil tepat sasaran dan proporsional,” ujar Budi.
Konsistensi perusahaan dalam membangun sistem manajemen krisis yang komprehensif dan terstruktur mendapat sorotan khusus pada ajang PR Indonesia Awards 2026.
Dalam kompetisi bergengsi yang memasuki tahun ke-11 tersebut, Rekind berhasil meraih penghargaan untuk Kategori Manajemen Krisis Sub Kategori Pra-Krisis sebagai bentuk apresiasi atas kesiapsiagaan dan strategi mitigasi risiko yang diterapkan perusahaan. Selain itu, VP Komunikasi & Administrasi Korporat Rekind Dina Triani Harianja juga dianugerahi penghargaan Insan PR 2026 untuk kategori Vice President PR.
Kedua penghargaan yang merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja kehumasan tertinggi di Indonesia itu diumumkan dalam seremoni yang digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, Jumat (13/2/2026). Trofi diserahkan langsung oleh founder & CEO PR Indonesia Asmono Wikan dan diterima oleh VP Komunikasi dan Administrasi Korporat Rekind, Dina T. Harianja, yang mewakili manajemen perusahaan.
Penghargaan itu menjadi pengakuan atas kesiapan Rekind dalam mengantisipasi potensi krisis sebelum berkembang menjadi risiko yang lebih besar. Melalui sistem yang teruji dan koordinasi lintas fungsi yang solid, Rekind berupaya memastikan setiap dinamika dapat dikelola secara profesional tanpa mengganggu kepercayaan pemangku kepentingan maupun reputasi korporasi.
Ditambahkan Dina T. Harianja, manajemen krisis di Rekind dijalankan melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari detection, prevention, dan preparation, hingga containment dan recovery. Pada tahap deteksi, perusahaan memastikan setiap isu yang berpotensi memengaruhi kinerja maupun reputasi dapat teridentifikasi sejak awal.
Selanjutnya, melalui fase pencegahan dan persiapan, Rekind memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan sekaligus menyiapkan skenario respons yang relevan. Ketika krisis terjadi, fase containment dijalankan untuk membatasi dampak agar tidak meluas, sebelum akhirnya masuk ke tahap pemulihan guna mengembalikan operasional ke kondisi normal.
“Setiap krisis selalu menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Kami melakukan analisis penyebab dan dampak, meninjau efektivitas langkah penanganan, serta memastikan ada perbaikan berkelanjutan. Dengan begitu, organisasi semakin tangguh menghadapi tantangan ke depan,” kata Dina.

3 hours ago
9















































