REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum Board of Peace (BoP) dinilai mempertegas posisi Indonesia sebagai jembatan dialog di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Langkah tersebut disebut mencerminkan konsistensi diplomasi Indonesia yang mengedepankan perdamaian dan kemanusiaan.
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Addin Jauharudin mengatakan, partisipasi Presiden Prabowo dalam forum yang digelar Rabu (18/2/2026) waktu setempat itu menunjukkan strategi diplomasi yang tenang namun tegas.
“Langkah Presiden Prabowo di BoP merupakan strategi yang tenang namun tegas, menghadirkan Indonesia sebagai jembatan dialog di tengah dunia yang terbelah,” kata Addin dalam keterangannya dikutip pada Jumat (20/2/2026).
Menurut Addin, di tengah situasi global yang diwarnai konflik dan polarisasi, Indonesia memilih membawa pesan dialog dan kemanusiaan.
“Dalam forum itu, Indonesia datang bukan dengan suara keras, tetapi dengan pesan yang jelas bahwa perdamaian harus diperjuangkan bersama,” ujarnya.
GP Ansor menilai kehadiran Indonesia dalam forum BoP tersebut mencerminkan konsistensi politik luar negeri bebas dan aktif.
Addin menyebut diplomasi Presiden Prabowo membawa tiga pesan utama. Pertama, dunia membutuhkan dialog, bukan saling tuding. Kedua, kepentingan kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan politik jangka pendek. Ketiga, stabilitas global menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan seluruh bangsa, termasuk Indonesia.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut sejalan dengan tradisi diplomasi Indonesia sejak era Presiden pertama RI Soekarno yang menempatkan kepentingan nasional dalam kerangka tatanan dunia yang lebih adil dan damai.
Dalam isu Palestina–Israel, Addin menegaskan Presiden Prabowo tetap menyuarakan sikap konsisten Indonesia, yakni mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong gencatan senjata permanen, serta memperjuangkan solusi dua negara sesuai hukum internasional.
Menurutnya, Indonesia tidak hanya menyampaikan sikap politik secara diplomatik, tetapi juga terlibat aktif dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak konflik.
“Indonesia tidak hanya bersuara, tetapi juga aktif dalam bantuan kemanusiaan. Bagi GP Ansor, inilah wajah diplomasi Indonesia: tegas dalam prinsip, bijak dalam pendekatan,” kata Addin.
GP Ansor berpandangan keterlibatan Indonesia dalam forum global seperti Board of Peace berkontribusi pada peningkatan kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai negara yang stabil dan mampu memainkan peran penengah.
Stabilitas global, lanjut Addin, memiliki implikasi langsung terhadap kepentingan nasional, mulai dari kelancaran perdagangan internasional, peningkatan kepercayaan investor, hingga terjaganya prospek pertumbuhan ekonomi domestik.
“Di tengah dunia yang gaduh, Indonesia memilih menjadi suara yang menenangkan. Itulah diplomasi kita,” ujarnya.

2 hours ago
5














































