PWI Kudus Kecam Aksi Penggerudukan Kantornya oleh Massa Pemuda Pancasila

8 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus mengecam aksi penggerudukan kantor mereka oleh massa ormas Pemuda Pancasila (PP). Hal itu diduga berkaitan dengan produk ilustrasi hasil kecerdasan buatan atau AI yang diunggah media Tribun Jateng di akun media sosialnya.

PWI Kudus mengungkapkan, kantor mereka digeruduk oleh massa PP pada Selasa (14/4/2026) malam, sekitar pukul 22:00 WIB. Malam itu, Kantor PWI Kudus hanya berisi seorang jurnalis Tribun Jateng bernama Rifqi Ghozali. 

Menurut PWI Kudus, dalih kedatangan massa PP ke kantor mereka adalah untuk meminta klarifikasi atas ilustrasi foto yang diunggah Tribun Jateng dalam pemberitaan dugaan pemerasan oleh oknum ormas terhadap seorang pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sunan Muria.

"Dalam peristiwa tersebut, sejumlah massa melakukan intimidasi verbal serta tindakan yang menimbulkan keresahan terhadap wartawan Tribun Jateng, Rifqi Ghozali, yang saat itu berada seorang diri di kantor. Bahkan, terdapat upaya pemaksaan disertai ancaman agar yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf yang direkam dalam bentuk video," kata PWI Kudus dalam keterangannya yang diperoleh Republika, Rabu (15/4/2026).

PWI Kudus mengecam tindakan sejumlah anggota PP tersebut. "Aksi penggerudukan oleh massa ormas Pemuda Pancasila ke Kantor PWI Kabupaten Kudus dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Muria Raya merupakan tindakan yang salah sasaran. Segala bentuk kesalahan terkait ilustrasi foto dalam pemberitaan merupakan tanggung jawab penuh media Tribun Jateng dan tidak memiliki keterkaitan dengan PWI Kabupaten Kudus sebagai organisasi profesi," katanya.

PWI Kudus menambahkan, klarifikasi atas suatu pemberitaan media massa seharusnya dilakukan melalui mekanisme yang telah diatur dalam Undang-Undang Pers, seperti hak jawab atau hak koreksi. "Bukan melalui pengerahan massa yang disertai tindakan intimidatif, baik secara fisik maupun verbal," kata mereka.

Menurut PWI Kudus, kehadiran sejumlah massa ke kantor mereka pada Selasa malam lalu, termasuk melakukan tindakan intimidatif, telah menimbulkan rasa tidak aman, keresahan, serta ketidaknyamanan bagi organisasi PWI Kudus maupun para anggotanya. "PWI Kabupaten Kudus mengecam keras segala bentuk tindakan premanisme, intimidasi, dan ancaman terhadap insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik," ujar mereka.

"PWI Kabupaten Kudus mendesak Ormas Pemuda Pancasila untuk bertanggung jawab atas dampak psikologis yang ditimbulkan, serta meminta pihak-pihak yang terindikasi melakukan teror dan intimidasi untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka," tambah PWI Kudus dalam pernyataannya.

Ilustrasi yang diunggah Tribun Jateng di akun media sosialnya dan diduga dipermasalahkan massa PP di Kudus memiliki judul "Viral di Kudus, Oknum Ormas Peras PKL Es Campur, Minta Uang Damai Rp30 juta". Dalam ilustrasi kartun tersebut, terdapat seorang lelaki berpeci menggunakan atribut yang identik dengan seragam PP. Lelaki dengan ekspresi wajah menyeringai itu tampak seperti tengah mengancam atau mengintimidasi seorang PKL yang berjualan menggunakan sepeda motor.

Read Entire Article
Politics | | | |