Lebih Pintar atau Lebih Besar? Pertarungan Sengit di Balik Teknologi Drone Dunia Terungkap

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Langit logistik global mulai berubah. Bukan lagi hanya diisi pesawat kargo besar, tetapi juga oleh mesin tanpa pilot yang semakin cerdas dan efisien.

China kembali menunjukkan ambisinya. Sistem transportasi udara tak berawak HH-200 berhasil menyelesaikan penerbangan perdana di Pucheng, Provinsi Shaanxi, menandai langkah baru dalam pengembangan drone kargo skala besar.

Uji terbang tersebut berjalan mulus. Seluruh sistem berfungsi normal, posisi terbang stabil, dan seluruh manuver uji diselesaikan dengan kinerja yang dinilai memuaskan.

Dikembangkan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC), HH-200 dirancang sebagai platform logistik masa depan yang mampu menjangkau wilayah sulit.

Desainnya tidak biasa. Badan pesawat berbentuk persegi dengan konfigurasi sayap tinggi bermesin ganda serta dua baling-baling, menegaskan orientasi fungsional dibanding estetika.

Dari sisi kapasitas, HH-200 membawa pesan yang jelas: China serius bermain di kelas berat. Drone ini mampu mengangkut hingga 1,5 ton dengan volume kargo mencapai 12 meter kubik, bahkan dapat diperluas hingga 18 meter kubik.

Kecepatan jelajahnya mencapai 310 km per jam, dengan jangkauan hingga 2.360 kilometer, cukup untuk menghubungkan wilayah terpencil dalam satu lintasan efisien.

Lebih jauh, penggunaan material komposit memungkinkan pengurangan bobot hingga 20 persen sekaligus menekan biaya operasional, menjadikannya lebih ekonomis dibandingkan platform konvensional.

Yang membuatnya semakin relevan adalah kemampuan otonom. HH-200 dilengkapi sistem penerbangan otomatis penuh dengan penghindaran rintangan berbasis kecerdasan buatan.

Dalam hal operasional, drone ini dirancang tahan banting. Ia mampu terbang dalam suhu ekstrem dari minus 40 hingga 50 derajat Celsius dan beroperasi di dataran tinggi hingga 4.200 meter.

"Kami telah mengadopsi desain struktural dan teknik manufaktur revolusioner, dengan memanfaatkan material komposit secara ekstensif untuk mencapai pengurangan berat sebesar 20 persen sekaligus menurunkan biaya," kata Meng Fantao, direktur teknis sistem transportasi tanpa awak komersial penerbangan seri HH Xinzhou Honghu, sebagaimana diberitakan Xinhua.

Read Entire Article
Politics | | | |