Kepala BRIN Ajak Rusia Bangun Spaceport di Biak, Papua

8 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Arif Satria melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Rusia, belum lama ini. Bersama delegasi BRIN, Arif berkunjung dan melakukan audiensi dengan petinggi International Space Station Control Center.

Arif juga bertemu petinggi Rosatom, untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia. Dalam wawancara dengan Russia Today di Moskow, Arif menyampaikan, Indonesia ingin menggandeng Rusia dalam pengembangan sektor antariksa, khususnya rencana pembangunan fasilitas peluncuran roket (spaceport) di Biak, Provinsi Papua.

Menurut dia, keputusan itu menjadi upaya Indonesia menuju kemandirian teknologi. "Tujuan utama kunjungan kami adalah untuk mempromosikan kegiatan antariksa Indonesia dan memperkuat kerja sama dengan Rusia, khususnya dalam pengembangan sektor antariksa," ucap Arif.

Dia menyatakan, dengan pengembangan spaceport di Biak, Indonesia berencana bisa melakukan peluncuran satelit secara mandiri pada masa depan. Hal itu lantaran pemerintah sekarang ingin mengembangkan sektor antariksa nasional.

"Pada masa lalu, kita fokus pada sumber daya darat dan maritim. Kini, antariksa menjadi frontier baru untuk pertumbuhan ekonomi," ujar Arif.

"Kami sedang mempersiapkan pembangunan spaceport di Indonesia, khususnya di Pulau Biak di Papua. Ini sangat penting untuk menunjukkan komitmen kami dalam mengembangkan ekosistem antariksa, termasuk ekonomi antariksa," kata Arif menambahkan.

Mantan rektor IPB University tersebut menegaskan, Indonesia berupaya menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki fasilitas spaceport sendiri. Tentu saja, semua itu bisa terwujud dengan dukungan teknologi dan pengalaman dari Rusia. "Indonesia berupaya mengembangkan kemandirian di sektor antariksa," kata Arif.

Selain itu, menurut Arif, Indonesia juga sedang menyiapkan peluncuran satelit generasi baru. Satelit itu akan membantu pemerintah dalam mendukung pemantauan lingkungan, ketahanan pangan, dan mitigasi bencana. "Pada akhir 2026, kami berencana meluncurkan mikrosatelit baru dengan resolusi dan kemampuan yang lebih baik," jelas Arif.

Read Entire Article
Politics | | | |