Polda Jabar Budidayakan Pangan Alternatif Pengganti Beras, Apa Itu?

2 days ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat melalui polisi tani tengah membudidayakan uwi ungu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan alternatif pengganti beras. Mereka sebelumnya sudah membudidayakan komoditas jagung di wilayah Jawa Barat.

Kepala Biro SDM Polda Jabar Kombes Pol Rafly Samad mengatakan pihaknya melakukan pelatihan budidaya uwi ungu bagi Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus). Ia menuturkan keberadaan mereka sebagai penggerak utama pengembangan komoditas pangan baru.

"Program ini tidak hanya bertujuan memperkuat kedaulatan pangan baru, tetapi juga menciptakan peluang komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat dan personel kepolisian," ucap dia di Gedung Biro SDM Polda Jabar, Jumat (30/1/2026).

Ia menuturkan pihaknya bekerja sama dengan organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia. Karo SDM melanjutkan diversifikasi pangan merupakan hal penting dan polri harus terdepan dalam memberikan contoh kepada masyarakat.

"Uwi ungu bukan sekadar umbi-umbian biasa, tetapi pangan fungsional yang kaya akan karbohidrat, protein, dan antosianin sebagai antioksidan," kata dia.

Ia melanjutkan Biro SDM Polda Jabar menyiapkan lahan seluas 2 hektar di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Ia berharap proyek di Cikalong Wetan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang sukses bagi daerah lain di Jawa Barat.

​"Saya menekankan keseriusan seluruh pihak, terutama kelompok tani dan para pembina, untuk benar-benar mengawal penanaman di lahan 2 hektar," kata dia.

​Ketua DPD PCTA Indonesia Benny J Silaban mengatakan kunci keberhasilan budidaya uwi ungu dimulai dari pemilihan umbi yang sehat dan bebas penyakit. Serta proses pengolahan bibit yang teliti melalui pemotongan mata tunas.

​"Potongan umbi harus dipastikan memiliki minimal satu mata tunas. Proses pengeringan atau diangin-anginkan selama beberapa hari sangat krusial untuk mengurangi kadar air agar bibit tidak cepat membusuk saat disemai di media sekam bakar," kata dia.

Ia mengatakan ​metode penyemaian yang diajarkan praktis namun saintifik yaitu menggunakan styrofoam box dengan media sekam bakar yang telah diuap. Teknik ini dirancang agar mudah direplikasi oleh para anggota Polri maupun kelompok tani binaan.

​Ia pun mengatakan membedah manfaat luas dari budidaya uwi ungu diantaranya menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani, menyediakan pasokan gizi berkualitas bagi masyarakat. Serta mengurangi ketergantungan nasional terhadap tanaman pangan utama seperti beras atau terigu.

Dalam kegiatan itu, hadir Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Ketua Umum PCTA Indonesia I Dewa Nyoman S Hartana, serta Ketua DPD PCTA Indonesia Provinsi Jawa Barat, Benny J Silaban.

(N-Muhammad Fauzi Ridwan)

Read Entire Article
Politics | | | |