Populasi Tikus Meledak di Australia Barat, Wali Kota: Naik Kendaraan Saja Dengar Suara Tikus

2 hours ago 5

Ilustrasi hama tikus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga yang tinggal di kota Morawa, salah satu pusat wabah tikus di Australia Barat, menggambarkan suara yang terdengar saat hewan pengerat itu melintasi jalan seperti “suara plastik gelembung yang dipencet”.

Wabah tikus yang meluas di Australia Barat membuat petani dan warga kota khawatir. Khususnya di wilayah penghasil gandum di Australia Barat, populasi tikus disebut telah meledak hingga mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Di beberapa daerah bahkan dilaporkan warga mulai meninggalkan rumah mereka.

Peneliti populasi tikus dari lembaga sains nasional Australia, CSIRO, Steve Henry, mengatakan jumlah lebih dari 800 tikus per hektare sudah dikategorikan sebagai wabah serius.

Namun menurut Henry kepada Guardian, laporan terbaru dari Australia Barat menunjukkan situasi yang jauh lebih parah. Di beberapa wilayah ditemukan sekitar 3.000 hingga 4.000 sarang tikus per hektare.

“Ini benar-benar wabah dalam segala aspek,” kata Henry, sebagaimana diberitakan Euronews pada 14 Mei 2026. Ia menyebut wilayah sekitar Geraldton dan sekitar Australia Barat sebagai daerah yang kini berada dalam kondisi kritis.

Warga Morawa, salah satu pusat wabah, mengatakan suara tikus yang terlindas kendaraan di jalan terdengar seperti “plastik gelembung yang meletus”.

Wali Kota Morawa Karen Chappel mengatakan situasi tersebut mulai mempengaruhi seluruh aspek kehidupan sehari-hari.

“Kita berbicara tentang ribuan tikus. Saat Anda berkendara, Anda bisa mendengar suara tikus-tikus itu meletus,” kata Chappel kepada ABC News.

Ia juga menyebut ular-ular di wilayah itu tumbuh tidak normal karena mengonsumsi tikus dalam jumlah berlebihan.

Menurut Chappel, warga kini terpaksa hidup berdampingan dengan tikus di tempat tidur, lemari, hingga dapur mereka. Bahkan, kertas resep di laci rumahnya sendiri ikut digerogoti tikus.

Read Entire Article
Politics | | | |