REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak biasanya mendapat uang angpau atau THR dari saudara dan kerabat selama Hari Raya Lebaran. Sayangnya, tak sedikit orang tua yang memanfaatkan uang THR anak untuk membeli sejumlah keperluan keluarga.
Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno, mengingatkan orang tua untuk tidak menggunakan uang THR anak untuk kebutuhan keluarga. Menurutnya, uang "salam tempel" yang diberikan kepada anak merupakan hak mereka.
"Suka ada ya mungkin orang tua yang pakai uang THR anak buat kebutuhan rumah tangga. Bayar listrik lah, bayar telepon, atau mungkin kontrakan. Padahal ini tidak boleh dilakukan, karena uang itu hak anak Anda," kata Mike saat dihubungi Republika, Senin (16/3/2026).
Adapun jika kondisi keuangan keluarga sedang tidak baik-baik saja, Mike menyarankan orang tua untuk terlebih dahulu meminta persetujuan anak. Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih bijak dibanding langsung mengambil uang anak tanpa sepengetahuan mereka.
Dengan meminta izin, anak akan merasa dilibatkan dalam keputusan keluarga dan pendapatnya dihargai. Selain itu, cara tersebut juga dapat mengajarkan anak tentang empati serta pentingnya saling membantu dalam keluarga ketika sedang menghadapi kesulitan keuangan.
"Kalau misal ekonomi keluarga sedang sulit, orang tua bisa berbicara baik-baik ke anak. Ceritakan apakah boleh uang THRnya dipakai untuk listrik misalnya. Intinya harus izin dulu, supaya anak merasa dihargai juga ya," kata Mike.
Lebih lanjut, Mike juga mengimbau orang tua tidak terlalu mengontrol atau mengambil kendali atas pengelolaan uang THR milik anak. Sebaliknya, orang tua dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mengajarkan anak mengenai cara mengelola uang.
"Jangan terlalu ngatur, misalkan bilang semuanya harus ditabung, jangan dipakai jajan. Nah itu tidak boleh, orang tua juga harus realistis. Dengarkan apa yang anak mau dan butuhkan, terus ajarkan anak juga untuk menabungnya sebagian," kata Mike.
la menegaskan bahwa anak perlu diberi kesempatan untuk belajar membuat keputusan keuangan sejak dini. Jika orang tua terlalu mengatur, anak bisa merasa pendapatnya tidak dihargai.
"Jadi saran saya, orang tua berikan anak Anda ruang. Ruang yang cukup aman dan nyaman untuk belajar mengelola uangnya sendiri, tentunya selama dilakukan secara proporsional dan tetap dalam pengawasan orang tua." kata Mike.

19 hours ago
11
















































