Penampakan badai pasir melanda wilayah Gaza sejak Sabtu (14/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel bersiap mengerahkan pasukan internasional di Jalur Gaza mulai Mei sebagai bagian dari fase lanjutan rencana yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Sabtu (14/3/2026).
Pasukan tersebut diperkirakan mencakup sekitar 5.000 tentara dari Indonesia, bersama puluhan tentara dari Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo. Pasukan itu dilaporkan dapat mulai beroperasi pada 1 Mei.
Pasukan internasional tersebut awalnya akan ditempatkan di sekitar kota Palestina yang sedang dibangun dengan dukungan Uni Emirat Arab (UEA) di wilayah Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, sebelum kemudian diperluas ke bagian lain wilayah tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan delegasi militer dari negara-negara peserta diperkirakan tiba di Israel dalam dua pekan ke depan untuk melakukan tur pengintaian di Gaza sebelum pengerahan pasukan.
Kehadiran pasukan tersebut akan diperluas di dalam area yang oleh media Israel disebut sebagai “garis kuning”, yakni batas sementara di dalam Gaza tempat pasukan Israel untuk sementara mundur berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Garis tersebut memisahkan zona yang dikuasai Israel dari wilayah tempat warga Palestina diizinkan tinggal.
sumber : Antara

2 hours ago
5
















































