REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah/ 2026 Masehi menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia untuk meningkatkan ibadah, termasuk saat menanti waktu berbuka puasa. Ketika azan Maghrib berkumandang, bukan hanya rasa lapar dan dahaga yang dilepas, tetapi juga doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap.
Ada sejumlah doa berbuka puasa yang diajarkan dalam riwayat para ulama dan dapat diamalkan agar momen berbuka semakin bernilai ibadah. Berikut lima doa yang bisa dibaca sebelum berbuka puasa.
Riwayat Abu Daud
Doa yang berasal dari riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar Radhyiallhau anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah
Artinya: Telah hilang dahaga dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah. (HR Imam Abu Daud)
Riwayat Abu Daud
Riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa Rasulullah SAW pernah berdoa saat berbuka puasa.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu
Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. (HR Imam Abu Daud)
Masyarakat Muslim Indonesia, umumnya menambah redaksi doa ini. Ulama membolehkan mendambah redaksi doa, karena doa tidak terbatas pada riwayat. Umat Islam dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik.
Doa yang ditambah redaksinya menjadi seperti ini:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin
Artinya: Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.
Riwayat Ibnu Sunni
Riwayat dari Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah, doa yang dibaca sebelum berbuka puasa.
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu
Artinya: Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka. (HR Imam Ibnu Sunni)
Riwayat Ibnu Sunni
Masih riwayat dari Ibnu Sunni, tapi bersumber dari Sahabat Ibnu Abbas.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim
Artinya: Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. (HR Imam Ibnu Sunni)
Riwayat Ibnu Majah
Doa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar yang berdoa seperti ini.
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii
Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
Demikian beberapa ragam doa berbuka puasa yang dapat diamalkan. Tidak perlu merasa khawatir atau risau mengenai mana riwayat yang paling sahih, karena seluruh doa tersebut bersumber dari hadis dan penjelasan para ulama.
Dikutip dari laman MUI Digital, dijelaskan bahwa kelima doa di atas dapat dibaca saat berbuka puasa sebagai bentuk syukur dan penghambaan kepada Allah SWT.
sumber : Dok Republika

2 hours ago
4















































