Kisah Utusan Utsman bin Affan untuk China yang Mampir ke Tapanuli Tengah

9 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, Hubungan niaga Arab (Asia Barat), India, dan China serta Nusantara telah lama terjalin dari pra hingga setelah datangnya Islam. Mansur Suryanegara dalam Api Sejarah bahkan mengungkapkan meski Rasulullah telah wafat, hubungan niaga tetap berlangsung antara Khulafaur Rasyidin dengan negara-negara Non Muslim di luar Jazirah Arabia atau dengan Nusantara Indonesia seperti yang disejarahkan pada masa khalifah ketiga, Utsman bin Affan mengirim utusan niaga ke China pada 24-36 H/644-656 M.

Kesempatan kunjungan utusan niaga ke China dimanfaatkan untuk mengadakan kontak dagang dengan pengusaha di Nusantara. Suryanegara mengutip Syekh Syamsuddin Abu Ubaidillsh Muhammad bin Thalib ad-Dimsyaqi yang dikenal dengan nama Syekh Ar-Rabwah dalam kitabnya Nukhbat ad-Dahr. Menurut dia, pengusaha Muslim memasuki kepulauan Nusantara ini terjadi pada masa khalifah Utsman bin Affan. 

Dijelaskan, Khalifah Islam, menurut sejarah China, telah mengirim 32 utusan ke China. Apabila masa Khulafaur Rasyidin berlangsung selama 29 tahun (11-41 H/632-661) tidaklah mungkin hubungan dagang dengan 32 utusan tersebut hanya terjadi pada masa khalifah ketiga semata. 

Sebanyak 32 kali pengiriman utusan niaga dari seluruh khalifah itu singgah ke Indonesia. Sebab, satu-satunya jalan yang mudah untuk sampai di China Selatan adalah melalui kepulauan Nusantara. Mengutip sumber lain, J.C. van Leur dalam Indonesian Trade and Society mendasarkan sumber berita China dari Dinasti Tang menyatakan bahwa pada 674 M di pantai barat Sumatra telah terdapat settlement (hunian bangsa Arab Islam) yang menetap di sana. 

Thomas W Arnold dalam The Preaching of Islam juga menuliskan dari sumber yang sama Dinasti Tang, adanya pengusaha Arab yang menetap di pantai barat Sumatera. 

Berita China dari Dinasti Tang 618-907, sekalipun dari China, tidak menuliskan bahwa pembawa ajaran Islam yang pertama masuk ke Nusantara Indonesia pada awal mulanya adalah pengusaha China, melainkan dituliskan pada abad ke-7 M adalah pengusaha Arab, bukan Gujarat dan bukan pula India. 

Berdasarkan keterangan Drs Ibrahim Buchari, angka tahun yang terdapat pada nisan seorang ulama, Syekh Mukaiddin di Baros, Tapanuli Tengah, bertuliskan 47 Hijriah atau 670 Masehi maka dapat dipastikan Islam masuk ke Nusantara terjadi pada abad ke-7 Masehi atau pada abad ke-1 Hijriah. 

Read Entire Article
Politics | | | |