REPUBLIKA.CO.ID, MIMIKA — Polres Mimika mengerahkan 20 personel keamanan tambahan ke Distrik Jila di Papua Tengah untuk mengusut kasus penculikan sembilan anak-anak dan remaja perempuan. Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak meyakini, separatis bersenjata asal Nduga di Papua Pegunungan sebagai kelompok yang membawa paksa anak-anak dan remaja perempuan itu pada 17 Agustus 2026 kemarin.
“Kita sudah terjunkan 20 personel di antaranya 10 Brimob untuk penambahan pengamanan di sana. Dan kita sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), dan mengumpulkan kesaksian-kesaksian saat kejadian,” ujar AKBP Alredo saat dihubungi Republika dari Jakarta, Jumat (21/6/2026). Kepolisian meyakini, kasus ini adalah penculikan. Namun kata dia belum mengarah ke bentuk penyanderaan.
“Memang diculik. Tetapi kalau penyanderaan, itu kan berbeda. Karena sampai hari ini kita tidak mendengar ada yang menyampaikan permintaan (tebusan) dari mereka (kelompok penculik),” ujar AKBP Alredo. Pun kata dia, dari penyampaian kelompok bersenjata, kemarin membantah menjadi pihak yang melakukan penculikan anak-anak dan remaja perempuan itu. “Tetapi kami yakin, kalau berdasarkan keterangan saksi-saksi, bahasa mereka (kelompok penculik) itu bahasanya dari kelompok Nduga,” kata Kapolres.
AKBP Alredo menjelaskan, kasus penculikan tersebut terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 lalu. Ketika itu, di Lapangan Distrik Jila yang berlokasi sekitar 45 menit melalui udara dari Mimika, sedang dilakukan gelaran rakyat untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. “Saat itu kan orang berbondong-bondong dari mana-mana ikut ke sana upacara bendera. Dan saat upacara itu, ada sekelompok orang bersenjata yang melakukan penyerangan,” ujar AKBP Alredo.
Situasi tersebut membuat masyarakat yang mengikuti HUT Kemerdekaan itu lari mencari selamat. Dalam peristiwa ketika itu, ada satu korban jiwa dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dan dalam kejadian itu, kata AKBP Alredo ada beberapa tenaga kesehatan (nakes) yang juga sempat menjadi target serangan. “Tetapi yang sembilan nakes itu, sudah berhasil dievakuasi oleh TNI,” kata AKBP Alredo. Sedangkan ada korban lainnya dari kalangan anak-anak dan remaja perempuan, yang juga dibawa oleh kelompok penyerang.
“Jadi itu kejadiannya sekali bawa mereka. Yang kita takutkan mereka ini (anak-anak dan remaja perempuan) diperkosa sama mereka,” ujar AKBP Alredo. Dia tak berani berspekulasi apakah sembilan anak-anak dan remaja perempuan itu masih hidup atau tidak. Akan tetapi, tim Polres Mimika masih terus melakukan upaya untuk mengetahui di mana keberadaan sembilan korban penculikan itu. “Kita masih terus melakukan pencarian, termasuk kita juga melakukan patroli siber kalau-kalau ada pembicaraan-pembicaraan di media sosial (medsos) tentang keberadaan mereka (korban) ini,” kata dia.
Sebelumnya diwartakan sembilan anak-anak dan remaja perempuan dalam penculikan kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah. Sembilan yang diculik itu berusia antara 13 sampai 17 tahun, dan di antaranya gadis yang sedang hamil muda. AKBP Alredo menyampaikan, mereka yang diculik itu adalah Namerina Wamang (17 tahun) yang diidentifikasi hamil. Alin Mesaworai (siswi kelas 6 SD), dan Nopi Aim (4 SD), juga Opinte Mesawaro (3 SD).
Selain itu yang diculik Yinita Senawatme (18), dan Meria Niblingame (15). Lalu Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan terakhir Miante Nibilingame (13). Namun Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) Sebby Sambom menegaskan bantahannya atas tudingan aparat keamanan Indonesia itu. Sebby mengatakan, kabar tersebut sebagai provokasi dan propaganda.
“Itu hanya propaganda yang dibikin militer Indonesia,” kata Sebby saat dihubungi Republika dari Jakarta, pada Kamis (20/8/2026). Kata dia, pasukan TPNPB-OPM yang tersebar di seluruh wilayah Papua, tak menargetkan warga biasa dalam perlawanan bersenjata dengan aparat bersenjata Indonesia. “Pasukan TPNPB tidak menargetkan warga sipil,” sambung dia.

1 hour ago
6









































