REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah fitur yang semestinya memberi kemudahan justru berujung persoalan bagi pemilik Hyundai Ioniq 5. Influencer Aa Juju, pemilik akun Instagram @makanlurrrr, mengaku kecewa setelah mobil listrik yang dibelinya secara tunai mengalami sejumlah masalah, termasuk ketika digunakan untuk parkir paralel.
Dalam unggahan video di media sosial yang telah ditonton jutaan kali, pria bernama lengkap Julian Adityo Suwardi mengatakan, sejak awal telah menyampaikan kebutuhan parkir paralel kepada tenaga penjual. Ia mengaku mendapat informasi bahwa Ioniq 5 dapat digunakan untuk parkir paralel. Namun, setelah mobil digunakan, ia justru mengalami sejumlah kendala.
Alhasil, keluhan terhadap teknologi Hyundai dan pelayanan tenaga penjualnya jadi sasaran kritik. Puncaknya yang memantik reaksi keras netizen adalah respons tenaga penjual dan supervisornya saat Aa Juju menyampaikan keluhan ke sekian kalinya langsung ke dealer mereka di wilayah Fatmawati, Jakarta Selatan. Sorotan paling besar mengarah ke sang supervisor bernama Widay Markus yang dinilai defensif dan tak merespons keluhan konsumen dengan baik.
Menanggapi persoalan tersebut, salah seorang pemakai produk Hyundai sekaligus praktisi public relations, Bima Marzuki, menilai kasus tersebut semestinya menjadi pelajaran penting bagi perusahaan otomotif.
Menurut pandangannya, product knowledge terhadap tenaga penjual, komunikasi mereka, dan pelayanan purnajual harus dikelola dengan baik. Menurut dia, persoalan dapat membesar ketika keluhan konsumen tidak tersalurkan dengan baik melalui jalur resmi.
"Pertama kalau kita lihat dari kasus ini kan karena adanya komplain yang tidak tersalurkan karena adanya product knowledge yang tidak mendalam dari salesnya yang akhirnya ini membuat konsumennya kecewa," kata Bima ketika dihubungi Republika.co.id, Jumat (21/8/2026).
Bima menilai perkembangan teknologi kendaraan yang sangat cepat dalam lima tahun terakhir membuat pemahaman tenaga penjual menjadi semakin penting. Apalagi, tenaga penjual merupakan pihak yang secara langsung mendengar kebutuhan konsumen sekaligus menjelaskan kemampuan produk sebelum transaksi dilakukan.
Menurut dia, informasi yang diberikan tenaga penjual bahkan kerap lebih melekat dibandingkan informasi dalam brosur. Sebab, tidak semua konsumen membaca seluruh informasi teknis kendaraan sebelum membeli.
"Konsumen sebagian besar tidak akan baca brosur. Konsumen sebagian besar akan ingat dengan apa yang diomongkan, apa yang dijanjikan oleh salesnya," ujar Bima yang sempat cukup lama menggunakan Hyundai Santa Fe.
Karena itu, CEO & Founder Media Buffet PR ini mengingatkan pentingnya mencegah over promise dalam proses penjualan. Tenaga penjual harus memahami secara detail kemampuan maupun batasan kendaraan sehingga informasi yang diberikan kepada konsumen tidak menimbulkan ekspektasi yang sulit dipenuhi.

9 hours ago
9









































