Kadin Dorong Pertumbuhan Industri Pengolahan Mendekati 6 Persen pada 2026

2 hours ago 4

Aktivitas operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tegallega, Kota Bandung, yang dilengkapi dengan mesin canggih, Selasa (14/1/2025). TPST Tegalega memiliki peran strategis untuk mendukung pengelolaan sampah di Kota Bandung, sekaligus mendukung keberlanjutan industri dengan solusi berbasis ekonomi sirkular. Sampah yang diolah di TPST ini merupakan hasil pemilahan dari TPS lain dan sampah dari taman-taman di Kota Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID,Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kinerja industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen sepanjang 2025, didorong oleh investasi dan peningkatan aktivitas manufaktur. Kadin mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan, sementara sektor industri pengolahan tumbuh 5,40 persen secara year on year (yoy).

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,12 persen pada periode yang sama.

“Pengusaha Indonesia siap bersaing dan terus berinvestasi, terbukti dengan PMTB tumbuh 6,12 persen pada kuartal IV 2025 dan kontribusi investasi penanaman modal dalam negeri sepanjang 2025 lebih besar dibandingkan penanaman modal asing,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional Bayu Priawan Djokosoetono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Bayu menyebut Kadin berharap industri pengolahan dapat tumbuh mendekati 6 persen pada 2026 agar investasi pabrik dan aset tetap dapat mencapai tingkat utilisasi yang optimal.

Kadin juga mencatat sektor industri pengolahan menyumbang sekitar 19 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, menjadikannya kontributor terbesar bagi perekonomian Indonesia.

Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index atau PMI) Manufaktur Indonesia tercatat berada di level ekspansi sejak Agustus 2025 dan mencapai 52,6 pada Januari 2026, yang mencerminkan keberlanjutan aktivitas produksi.

Sementara itu, sektor pertanian sebagai prioritas dalam program Asta Cita tumbuh 5,14 persen pada kuartal IV 2025. Namun, Kadin menilai produktivitas sektor tersebut masih relatif rendah.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |