Pembiayaan Emas BCA Syariah Melejit 238,1 Persen pada 2025

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pembiayaan murabahah emas BCA Syariah melonjak tajam 238,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga mencapai Rp 520 miliar per Desember 2025. Lonjakan tersebut didorong tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset safe haven, seiring tren kenaikan harga emas global yang mencetak rekor sepanjang 2025.

“Per Desember 2025, pembiayaan murabahah emas BCA Syariah tumbuh sebesar 238,1 persen secara tahunan dengan nilai mencapai Rp 520 miliar,” kata VP Retail & Consumer Business BCA Syariah Arief Mediadianto dalam diskusi di Mini Studio BCA Expoversary, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut sejalan dengan penguatan harga emas dunia yang signifikan sehingga mendorong permintaan investasi. Pada segmen konsumer secara keseluruhan, pembiayaan tercatat naik 47,1 persen menjadi Rp 2,1 triliun, dengan pembiayaan emas menyumbang sekitar 30 persen.

Meski ekspansi berlangsung pesat, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) berada di level rendah, yakni 1,57 persen, yang dinilai sangat baik dibandingkan rata-rata industri.

“Strategi kehati-hatian menjadi kunci agar ekspansi tidak meningkatkan risiko,” ungkap Arief.

Secara total, pembiayaan BCA Syariah tumbuh 23,1 persen (yoy) menjadi Rp 13,2 triliun. Pembiayaan komersial meningkat 20,3 persen menjadi Rp 10,1 triliun, sementara pembiayaan segmen usaha kecil dan menengah (SME) tumbuh 9,7 persen menjadi Rp 946 miliar.

Aset perseroan meningkat 15,4 persen menjadi Rp 19,2 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 17,1 persen menjadi Rp 15,4 triliun.

Arief menegaskan, di tengah volatilitas ekonomi sepanjang 2025, BCA Syariah secara sengaja menahan laju ekspansi yang berlebihan guna mengelola risiko. Ke depan, pada 2026, fokus perseroan akan bergeser pada penguatan segmen UMKM untuk memperluas distribusi risiko sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan. “Strateginya akan lebih banyak berfokus pada SME atau UMKM,” ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |