Intelijen Turki Bekuk Dua Mata-Mata Mossad di Istanbul

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Badan Intelijen Nasional Turki (MIT) menahan dua tersangka yang dituduh bekerja untuk badan intelijen Israel, Mossad. Hal itu menyusul apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai operasi kontra-spionase kompleks dengan kode nama "MONITUM."

Sumber keamanan Turki mengatakan pada Jumat (6/2/2026), Mehmet Budak Derya dan Veysel Kerimoglu ditahan dalam tindakan terkoordinasi yang dipimpin oleh MIT, Kantor Kejaksaan Agung Istanbul, dan cabang kontra-terorisme Departemen Kepolisian Istanbul. Menurut para penyelidik, Derya, seorang insinyur pertambangan, mendirikan sebuah perusahaan pada 2005.

Dia juga membuka tambang marmer di Distrik Silifke, Kota Mersin sebelum berekspansi ke perdagangan internasional. Hubungan bisnis Derya yang berkembang di berbagai negara diduga menarik perhatian intelijen Israel.

Pada September 2012, seorang pria yang menggunakan nama sandi "Ali Ahmed Yassin", yang bertindak atas nama perusahaan fiktif yang didirikan oleh Israel, mengunjungi kantor Derya. Dia menawarkan kerja sama, kata sumber tersebut dikutip dari TRT World.

Pada Januari 2013, Derya diperkenalkan kepada agen Mossad selama pertemuan di Eropa. Selama kontak ini, seorang petugas Mossad yang menggunakan nama sandi "Luis" meminta perekrutan Kerimoglu, seorang warga negara Turki keturunan Palestina. Kedua pria itu diduga diinstruksikan untuk bersama-sama melaporkan semua aktivitas dan kontak.

Sumber keamanan mengatakan Derya mengadakan pertemuan di berbagai negara Eropa dengan beberapa agen Mossad yang menggunakan nama sandi, seperti Luis, Jesus/Jose, Dr. Roberto/Ricardo, Dan/Dennis, Mark, Elly/Emmy, dan Michael. Para penyelidik menduga pasangan itu mengumpulkan informasi terutama melalui kontak sosial dan komersial dengan warga Palestina yang mengkritik kebijakan Israel di kawasan tersebut.

Keduanya pun menyampaikan detail tentang individu, lokasi, dan jaringan kepada intelijen Israel. Derya pun dituduh berupaya mendapatkan izin untuk memasuki Gaza, melakukan pengintaian fasilitas gudang di sana dan mengirimkan foto-foto ke Mossad.

Berkas tersebut selanjutnya menuduh, pada 2016 Kerimoglu mengusulkan untuk memasuki perdagangan suku cadang drone. Sebuah ide yang disampaikan kepada intelijen Israel, dengan sampel awal yang diduga dipasok oleh Mossad.

Read Entire Article
Politics | | | |