Ekspansi Jargas Batam Diakselerasi, PGN Tegaskan Kesiapan Jalankan Mandat Danantara

2 days ago 8

Dalam rangka monitoring pembangunan jargas rumah tangga, BPH Migas melakukan kunjungan lapangan di area operasi PT PGN Tbk wilayah Semarang, Jawa Tengah (9/3/2023). Kunjungan ini juga meninjau progress pembangunan jargas di Semarang dan memastikan manfaat jargas bagi masyarakat terutama dalam hal efisensi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus mempercepat pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Batam sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi bersih serta mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Program ini ditetapkan sebagai pilot project nasional yang nantinya akan direplikasi ke berbagai kota lainnya di Indonesia.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Danantara kepada PGN untuk memfokuskan bisnis pada sektor midstream dan downstream gas, guna mendorong perluasan layanan gas bumi melalui jargas.

“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah. Kita coba dulu di satu kota (Batam) sambil kita review,” ujar Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, (28/01/2026).

Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menegaskan bahwa PGN berkomitmen mendukung upaya Pemerintah dalam penyediaan energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.

“Setelah implementasi di Batam berjalan dan dievaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, serta kebutuhan pasar,” jelas Aldi dalam keterangannya.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan jargas rumah tangga di Batam mencapai 8.829 pelanggan. Pada tahun 2026, PGN menargetkan tambahan 10.000 sambungan rumah (SR) yang mencakup perluasan jaringan di tiga kecamatan, yakni Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota. Pembangunan direncanakan mulai Maret 2026 dan akan dilaksanakan secara bertahap.

Pengembangan ini merupakan bagian dari rencana belanja modal (capex) PGN sebesar 353 juta dolar AS untuk tahun 2026, di mana 62 persen dialokasikan untuk penguatan sektor midstream, downstream dan lainnya.

“Kami berharap pengembangan jargas ini tidak hanya meningkatkan akses energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” tutup Aldi.

Read Entire Article
Politics | | | |