Dewa United Tahan Imbang Persebaya: Riekerink Puji Mental Pemain

2 days ago 7

Pelatih Dewa United puji mental pemainnya saat imbangi Persebaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Dewa United berhasil menahan imbang Persebaya 1-1 dalam laga Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu malam. Pelatih Jan Olde Riekerink memuji mentalitas dan kedisiplinan taktik timnya meski harus bermain dengan sepuluh pemain.

Riekerink menyatakan bahwa kartu merah yang cepat didapat oleh salah satu pemainnya membuat pertandingan menjadi lebih menantang. “Setelah kartu merah, Anda harus bertarung lama melawan sebelas pemain Persebaya yang mengandalkan fisik, itu yang bagus dari mental pemain,” katanya dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Keadaan yang menantang ini memaksa Dewa United melakukan penyesuaian taktik dengan mengubah garis pertahanan lebih dalam. Riekerink memberikan instruksi kepada lini belakang untuk bermain lebih rapat dan menutup ruang di area pertahanan sendiri. “Ini juga termasuk dengan menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya,” tambahnya.

Menurut Riekerink, satu poin dari Surabaya merupakan modal penting dalam membangun konsistensi permainan dan mentalitas tim dalam jangka panjang. Ia yakin performa tersebut menunjukkan perkembangan Dewa United dalam menghadapi situasi sulit dan menjadi fondasi untuk bersaing di papan atas kompetisi. “Saya pikir dalam jangka panjang, kami akan kembali ke tempat yang seharusnya,” tuturnya.

Pemain Dewa United, Alta Ballah, mengakui bahwa bermain dengan kekurangan jumlah pemain membuat pertandingan menjadi sangat berat. “Pertandingan sangat sulit bagi kami, apalagi setelah kartu merah, tetapi kami bersyukur masih bisa mendapatkan satu poin,” ujarnya. Alta juga mengungkapkan kerinduannya bermain di Stadion Gelora Bung Tomo dan menyanyikan lagu kebanggaan Persebaya, "Song For Pride". “Persebaya adalah mantan tim saya. Saya diberikan banyak kesempatan dan belajar banyak saat bermain di tim ini. Dan saya pikir itulah mengapa saya ikut bernyanyi tadi. Karena saya merindukannya,” tambahnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |