Desainer berusia 14 tahun, Nabila Misha (pashmina hitam), bersama Ashanty (kiri) dan Aurel (kanan) dalam peluncuran Raya Collection bertajuk The Quiet Opulence pada pertengahan Februari.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nabila Misha, seorang desainer remaja yang baru menginjak usia 14 tahun, membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batasan umur. Dia resmi meluncurkan Raya Collection bertajuk "The Quiet Opulence" pada pertengahan Februari.
Koleksi ini bukan sekadar deretan pakaian baru, melainkan sebuah pernyataan seni yang memadukan konsep kemewahan tenang dengan sentuhan modern yang segar. Melalui koleksinya, Nabila merepresentasikan kedamaian bulan suci Ramadhan dalam balutan busana yang elegan namun tetap simpel.
Judul koleksinya, "The Quiet Opulence", menggambarkan visi Nabila tentang bagaimana seharusnya kemewahan ditampilkan yakni tidak teriak, namun tetap terasa megah. Dalam koleksi ini, Nabila menghadirkan total 16 item yang terbagi dalam dua lini utama, yakni "Dubai Collection" serta "Elegan & Timeless".
Salah satu yang menjadi primadona dan diprediksi akan menjadi tren besar pada Lebaran 2026 adalah penggunaan material shimmer. Bahan ini memberikan kesan glamor namun tetap subtil, menciptakan kilau yang pas tanpa terlihat norak.
Nabila mengaku terinspirasi dari gaya busana Timur Tengah yang selalu menonjolkan keindahan siluet tanpa harus terlihat berlebihan. Dia memiliki alasan kuat di balik pemilihan material dan konsep koleksinya kali ini. Nabila ingin setiap perempuan yang mengenakan karyanya merasa lebih percaya diri melalui kilau yang pas.
"Karena shimmer itu menunjukkan sisi glamor tapi tetap kelihatan simpel dan cantik. Terinspirasi dari Dubai karena pembawaannya simpel tapi tetap menonjol," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Ahad (22/2/2026).

3 hours ago
7















































