REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan, terdapat sejumlah daerah di Jateng yang berpotensi mengalami kekeringan akibat fenomena El Nino. Dia menyebut, antisipasi dan mitigasi telah disiapkan, terutama pasokan bantuan air bersih.
Bergas mengatakan, pada 2019 dan 2023, sejumlah daerah di Jateng mengalami kekeringan akibat terdampak El Nino. Dia memprediksi, daerah-daerah tersebut berpotensi menghadapi hal serupa jika El Nino mendera tahun ini.
"Lokasinya mirip, dalam artian seperti Jawa Tengah bagian timur itu kan pasti (terdampak), seperti Grobogan, Blora, Rembang, Sragen, kemudian Klaten. Kalau Pantura itu ada Pemalang. Wonogiri juga termasuk," kata Bergas ketika diwawancara, Jumat (17/4/2026).
Dia menambahkan, BPBD Jateng, bersama BPBD kabupaten/kota, telah memetakan daerah-daerah yang berpotensi menghadapi kekeringan. "Ada beberapa lokasi yang posisinya kecenderungannya berada di ketinggian. Jadi sumber mata air diperkirakan tidak ada atau sulit sumber mata air," ucapnya.
Bergas memperkirakan, daerah-daerah dengan topografi semacam itu akan menjadi sasaran utama dalam penyaluran bantuan air bersih. "Untuk persiapan lainnya, tentunya kami memperbaiki armada transportasi, yakni truk tangki yang kita miliki, walaupun belum semua, untuk kita dekatkan ke kabupaten/kota yang kemungkinan akan terdampak," ujarnya.
Dia mengungkapkan, di daerah-daerah yang masih memiliki sumber air, telah dianjurkan untuk melakukan penggalian sumur-sumur baru. "Kalau yang tidak (mempunyai sumber mata air), andalannya tetap sementara ini masih berupa dropping air bersih. Walaupun kita meminta untuk dilakukan upaya-upaya menabung air bagi masyarakat dengan memanfaatkan sarpras yang sudah diberikan BNPB," kata Bergas.
Menurut Bergas, BNPB sudah pernah memberikan bantuan tandon air kapasitas 5 ribu liter ke 35 kabupaten/kota di Jateng. "Harapan saya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjadi tempat penampungan-penampungan," ujarnya.
Dia menerangkan, berdasarkan perkiraan BMKG, fenomena El Nino tahun ini meluas dan lebih panjang. "Itu akan dimulai dari Indonesia bagian timur, kemudian berjalan ke Indonesia tengah, selanjutnya baru ke Indonesia bagian barat, termasuk Pulau Jawa," ucap Bergas.

15 hours ago
10

















































