Kenapa Warga Masih Membakar Sampah?

2 hours ago 6

Warga mengumpulkan dan membakar sampah laut kiriman di pesisir Pantai Tondo, Teluk Palu, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (29/1/2026). Sampah yang memenuhi pesisir itu adalah kiriman dari luar pulau yang masuk ke kawasan teluk secara periodik selama periode Desember hingga Januari dan sulit dihindari karena menjadi siklus tahunan setiap musim angin barat.

REPUBLIKA.CO.ID, Pembakaran sampah masih menjadi praktik sehari-hari di banyak wilayah Indonesia meski sudah dilarang undang-undang. Keterbatasan layanan pengangkutan dan perubahan jenis sampah membuat warga kerap merasa tidak punya pilihan lain.

Pemerintah telah melarang pembakaran sampah melalui Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Namun berbagai penelitian menunjukkan dampak negatif open burning, sementara perubahan perilaku di tingkat rumah tangga tidak berjalan mudah.

Ketua RT 3 RW 10 Kelurahan Situ Gede, Bogor Barat, Erwinsyah mengatakan, warga menghadapi persoalan sampah besar yang tidak terangkut petugas. “Bagaimana tidak dibakar? (Dinas) Lingkungan Hidup hanya mengangkut sampah untuk dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah-sampah organik dan non-organik, tapi seperti bangku, kasur dan lain-lain tidak diangkut, sementara ditaruh saja pemandangan tidak enak, dibakar tidak boleh, mau diapain sampah-sampah itu,” kata Erwinsyah, Rabu (5/2/2026).

Erwinsyah khawatir furnitur bekas yang dibiarkan justru membahayakan anak-anak. Karena itu ia membakar sedikit demi sedikit meski menyadari zat berbahaya dari proses tersebut.

Ia mengatakan keluhan lebih sering muncul ketika warga lain membakar sampah pada siang hari. “Biasanya bukan saya, tapi warga yang lain, sudah saya larang, (tapi masih) membakar sampah siang-siang, itu yang mengeluhkan kebanyakan orang-orang perumahan, karena merasa bau, mungkin mereka lebih peduli pada kesehatan mereka,” katanya.

Menurut Erwinsyah, membakar sampah telah lama dipersepsikan sebagai tanda kerajinan menjaga kebersihan. Dulu yang dibakar umumnya daun kering, berbeda dengan sekarang yang didominasi plastik dan material sulit terurai.

Read Entire Article
Politics | | | |