Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Begini Respons IDF

3 hours ago 7

Anggota pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) melihat perbatasan Lebanon-Israel, di atap menara pengawas di kota Marwahin, di Lebanon selatan, 12 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Dua prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur dalam tugasnya pada Senin (30/3/2026). UNIFIL dilaporkan Times of Israel mengatakan, dua prajurit TNI itu terbunuh "saat sebuah ledakan dari asal yang tidak dketahui menghancurkan kendaraan mereka.

Dua prajurit penjaga perdamaian terluka, satu dari mereka mengalami luka serius. Di selatan, Angkatan Bersenjata Lebanon mengatakan bahwa serangan Israel membunuh satu prajurit mereka, sementara IDF mengumumkan mereka bahwa tiga pemimpin Hizbullah terbunuh dalam serangan udara di pinggiran selatan Beirut.

Lebanon ikut terseret dalam perang di Timur Tengah saat Hizbullah menembakan rangkaian roket ke Israel pada 2 Maret sebagai balasan dari pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Israel meresponsnya dengan serangan udara di Lebanon dan operasi darat di bagian selatan.

UNIFIL mengatakan mereka menggelar investigasi atas insiden pada Senin, yang mana sehari setelah satu prajurit TNI terbunuh dan tiga tentara penjaga perdamaian lainnya terluka oleh sebuah proyektil yang meledak di dekan markas UNIFIL.

IDF pada Selasa (31/3/2026) mengatakan bahwa mereka juga melaksanakan investigasi atas dua insiden "dalam rangka untuk mengklarifikasi situasi dan menentukan apakah insiden itu hasil dari aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF."

Wakil PBB untuk operasi perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengutuk keras "insiden yang tidak bisa diterima ini," menambahkan bahwa, "semua aksi yang membahayakan pasukan perdamaian harus disetop."

Anggota Permanen Dewan Keamanan PBB, Prancis juga mendesak sebuah pertemuan untuk membahas indisiden ini, sementara Spanyol juga ikut mengutuk.

Read Entire Article
Politics | | | |