Guru dan siswa melakukan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat yang didirikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Barat di SMPN 4 Boleng , Nusa Tenggara Timur. Tenda tersebut digunakan sebagai ruang belajar sementara untuk membantu siswa dan guru tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi pascagempa. (FOTO : Dok PMI)
Tenda berukuran 9 x 12 meter tersebut dapat digunakan untuk dua kelas atau sekitar 52 siswa dalam satu waktu. Tenda berbahan terpal didirikan di area luar bangunan sekolah sehingga siswa dan guru dapat melaksanakan pembelajaran di tempat yang lebih aman. PMI Kabupaten Manggarai Barat juga mendirikan tenda darurat di SMAN Komodo yang berada di ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. (FOTO : Dok PMI)
Penyediaan tenda belajar menjadi bagian dari respons PMI terhadap dampak gempa di Kecamatan Boleng. Pemerintah daerah sebelumnya meminta dukungan penyediaan tenda darurat untuk menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di sejumlah sekolah terdampak. (FOTO : Dok PMI)
REPUBLIKA.CO.ID, MANGGARAI BARAT -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Barat mendirikan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara di SMPN 4 Boleng, Desa Golo Ketak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Fasilitas tersebut disiapkan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setelah bangunan sekolah terdampak gempa.
Tenda berukuran 9 x 12 meter itu dapat digunakan hingga dua kelas atau sekitar 52 siswa dalam satu waktu. Tenda berbahan terpal tersebut didirikan di area luar bangunan sekolah sehingga siswa dan guru dapat melaksanakan pembelajaran di tempat yang lebih aman.
Penyediaan tenda belajar tersebut menjadi bagian dari respons PMI terhadap dampak gempa di Kecamatan Boleng. Pemerintah daerah sebelumnya meminta dukungan penyediaan tenda darurat untuk menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di sejumlah sekolah terdampak.
sumber : PMI

1 hour ago
2
















































