Bendera Palestina Dilarang Berkibar di Festival Film Venesia 2026, Apa Alasannya?

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bendera Palestina dipastikan tak bisa berkibar di Festival Film Venesia 2026, meski ada setidaknya empat film Palestina yang lolos seleksi tahun ini. Direktur artistik Festival Film Venesia, Alberto Barbera mengatakan festival hanya bisa mengibarkan bendera negara yang diakui oleh Italia, dan Palestina hingga kini belum diakui sebagai negara oleh Pemerintah Italia.

Barbera sendiri berharap Palestina suatu saat akan mendapat pengakuan dari Italia. Karenanya untuk saat ini, Festival Film Venesia hanya mampu memberi ruang bagi film Palestina untuk berbicara.

"Yang paling penting sekarang adalah bahwa seleksi resmi tahun ini mencakup empat film yang membahas persoalan Palestina secara eksplisit, kontroversial, dan memiliki pesan kuat. Dan itulah peran sinema," kata Barbera dilansir laman Il Foglio, Kamis (3/9/2026).

Hal itu sekaligus menjawab desakan kelompok Venice4Palestine yang meminta festival mengambil langkah konkret untuk menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Dalam surat terbukanya, kelompok tersebut salah satunya meminta agar bendera Palestina dikibarkan selama festival berlangsung.

Festival Film Venesia resmi dibuka pada 2 September dan akan berlangsung hingga 12 September 2026 di Lido, Venezia, Italia. Dalam gelaran tahun ini, salah satu representasi paling kuat mengenai Palestina adalah dokumenter NAZA karya sutradara Israel yang vokal membela Palestina, Yuval Abraham dan Rachel Szor. Film tersebut masuk ke kompetisi utama Festival Film Venesia dan menjadi satu-satunya film dokumenter dalam kompetisi tersebut.

Film ini akan mengungkap sistem di balik pembunuhan massal warga sipil Palestina di Gaza. Berdurasi 80 menit, NAZA direkam pada malam hari dari atap-atap gedung di Tel Aviv. Film produksi The Guardian dan JW Films dijadwalkan diputar di Sala Grande pada 10 September dan kembali ditayangkan pada 11 September.

Selain itu, ada juga dokumenter "Citizen Osama" karya Ahmed Hassouna, produksi Palestina-Prancis, yang akan diputar dalam program Venice Open Out of Competition. Film berdurasi 69 menit itu mengisahkan Osama Al-Ashi dan mengambil latar pengalaman seorang fotografer di Gaza.

Lalu film Conversation with the Sea karya sutradara Muayad Alayan mengisahkan tentang pria Palestina bernama Kamal (60 tahun) yang mendapat perintah untuk membayar tagihan jaminan sosial atas nama putanya. Putra Kamal diyakini sudah meninggal sejak 20 tahun lalu, namun tidak ada catatan resmi kematiannya.

Satu lagi yaitu Road to Jericho karya sutradara asal Israel, Amos Gitai, yang kerap mengkritik pemerintahan Benjamin Netanyahu. Film ini menyoroti bagaimana kondisi Tepi Barat, Palestina, di bawah pendudukan Israel.

Read Entire Article
Politics | | | |