Karhutla Meluas di Kalimantan Selatan, Tujuh Daerah Tetapkan Status Siaga

33 minutes ago 2

Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (31/8/2026). Kabut asap tersebut menyelimuti sejumlah ruas jalur Trans Kalimantan di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Kalimantan sepanjang Agustus 2026. Di Kalimantan Selatan, tujuh kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat karhutla.

Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Selatan Raden Rafiq mengatakan karhutla yang kembali meluas tidak bisa hanya dipandang sebagai kebakaran musiman. Kondisi tersebut menjadi alarm atas kerusakan lingkungan dan krisis iklim yang semakin mengkhawatirkan.

“Karhutla yang kembali meluas di Kalimantan Selatan semestinya tidak hanya diartikan sebagai persoalan kebakaran musiman,” kata Raden di Jakarta, dikutip Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, tujuh daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Daerah tersebut yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Bumbu.

Luas lahan terdampak karhutla di Kalimantan Selatan juga terus meningkat sepanjang 2026. Kondisi ini terjadi di tengah meluasnya titik panas di Kalimantan yang sepanjang Agustus 2026 mencapai 37 ribu hotspot.

Karhutla turut berdampak pada masyarakat melalui paparan asap. Banyak warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan sebagian harus berpindah tempat untuk menghindari risiko kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

Raden menilai persoalan karhutla juga tidak dapat dilepaskan dari krisis iklim. Di tengah kondisi tersebut, ketergantungan terhadap energi berbasis batu bara dan dukungan terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dinilai berpotensi memperparah tekanan lingkungan.

Read Entire Article
Politics | | | |