Strategi Perbaikan Kualitas Layanan BPJS Ketenagakerjaan Berbasis SDM dan Sistem

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Abdur Rahman Irsyadi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen setelah menyelesaikan disertasi dengan judul Pengaruh Multiple Mediasi dan Motivasi terhadap Kualitas Pelayanan Dimoderasi oleh Pengalaman Kerja pada BPJS Ketenagakerjaan. Sidang Terbuka ini diselenggarakan oleh Universitas Bhayangkara Jakarta, bertempat di Auditorium Grha Tanoto Kampus II Ubhara Jaya Bekasi.

Upaya peningkatan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan menjadi fokus utama dalam sidang terbuka Ilmu Doktor yang disampaikan oleh Abdur Rahman Irsyadi.

Disertasi ini mengkaji secara mendalam bagaimana kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan dapat ditingkatkan secara lebih adil, konsisten, dan berkelanjutan, khususnya di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat pekerja terhadap layanan yang cepat, mudah, dan transparan.

Dalam pemaparannya, Abdur Rahman Irsyadi menegaskan bahwa kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan tidak cukup diperbaiki hanya melalui prosedur atau digitalisasi semata, tetapi harus dibangun melalui penguatan kinerja karyawan yang didukung sistem kerja, budaya pelayanan, dan pemanfaatan teknologi secara terpadu.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan sangat ditentukan oleh bagaimana sistem SDM bekerja secara menyeluruh. Kinerja karyawan menjadi kunci utama yang menerjemahkan kebijakan, teknologi, dan budaya kerja menjadi pelayanan nyata yang dirasakan peserta,” katanya.

Kualitas pelayanan karyawan BPJS Ketenagakerjaan merupakan hasil interaksi sistemik, bukan akibat dari satu faktor tunggal. Kualitas pelayanan dibentuk oleh interaksi sistematik antara motivasi kerja, budaya kerja, adopsi teknologi dan kinerja karyawan. Faktor-faktor internal organisasi ini mampu mempengaruhi kualitas pelayanan kepada peserta.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dan mengungkap bahwa dalam konteks BPJS Ketenagakerjaan sebagai organisasi publik yang highly regulated, pengalaman kerja dan kepemimpinan tidak selalu berdampak langsung terhadap kualitas layanan, melainkan berperan menjaga stabilitas dan konsistensi pelayanan. Sebaliknya, motivasi kerja, budaya pelayanan, dan sistem layanan digital yang efektif terbukti lebih menentukan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

Temuan disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi upaya perbaikan layanan BPJS Ketenagakerjaan, antara lain, mendorong layanan yang lebih konsisten antarwilayah, mengurangi keluhan akibat miskomunikasi dan proses yang berulang, serta meningkatkan kepercayaan peserta terhadap layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar empiris dalam perumusan kebijakan SDM dan layanan BPJS Ketenagakerjaan, terutama dalam penguatan frontliner, pengembangan budaya kerja pelayanan, serta optimalisasi transformasi digital yang berorientasi pada peserta.

Sidang Terbuka ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan bukan semata isu administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi dan melayani masyarakat pekerja.

“Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengelola SDM yang unggul sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan,” Tutup Abdur Rahman Irsyadi.

Read Entire Article
Politics | | | |